KONSTRUKSI SOSIAL PENGGUNAAN BAHASA ASING DI PESANTREN DAARUL ISTIQOMAH AIRGEGAS

Robiahatul Adawiyah, NIM. (5012211059) (2026) KONSTRUKSI SOSIAL PENGGUNAAN BAHASA ASING DI PESANTREN DAARUL ISTIQOMAH AIRGEGAS. Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of Halaman Depan.pdf] Text
Halaman Depan.pdf

Download (660kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (347kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (388kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (510kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (328kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fenomena penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari menjadi salah satu ciri khas pendidikan di Pesantren Daarul Istiqomah Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan. Penggunaan bahasa asing tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan, identitas sosial, dan pengembangan kemampuan santri. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing merupakan realitas sosial yang dibentuk, dipertahankan, dan dimaknai oleh warga pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial penggunaan bahasa asing oleh santri di Pesantren Daarul Istiqomah Airgegas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2026 dengan melibatkan 34 informan yang terdiri atas pimpinan pesantren, kepala sekolah, pengasuhan dan OPPM bagian Penggerak Bahasa, santri kelas 1, 3, dan 6, serta alumni pesantren. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmannn yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing dikonstruksi melalui tiga tahapan. Tahap eksternalisasi terlihat dari pembentukan aturan dan program kebahasaan yang dipengaruhi oleh pengalaman para pendiri pesantren. Tahap objektivasi tampak melalui pelembagaan penggunaan bahasa asing dalam berbagai aktivitas pesantren, keteladanan ustadz dan ustadzah, serta penerapan sistem disiplin bahasa. Tahap internalisasi menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing diterima dan dimaknai secara berbeda oleh santri sesuai pengalaman, motivasi, lingkungan sosial, dan keterlibatan dalam kegiatan kebahasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa asing merupakan hasil konstruksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan dan tidak diterima secara seragam oleh seluruh santri.

Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Bahasa Asing, Pesantren, Santri.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Bahasa Asing, Pesantren, Santri.
Subjects: H Ilmu Sosial > HM Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Mr Jan Frist Pagendo Purba
Date Deposited: 14 Jul 2026 00:26
Last Modified: 14 Jul 2026 00:26
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14143

Actions (login required)

View Item View Item