Fadilla,, (NIM. 1032011004) (2026) Kajian unsur logam tanah jarang pada proses konsentrasi tailing jig sekunder dan tailing pencucian menggunakan meja goyang. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (461kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (898kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (573kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (697kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (447kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang Kajian Logam Tanah Jarang Pada Proses Konsentrasi Tailing Jig Sekunder dan Tailing Pencucian Menggunakan Meja Goyang. Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah Unsur logam tanah jarang yang terdapat pada mineral ikutan dari aktivitas penambangan timah dapat menjadi nilai tambah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan menganalisis unsur dan mineral yang terkandung di dalam sampel. Hasil dari penelitian ini yaitu Mineral pembawa logam tanah jarang yang teridentifikasi secara fisik adalah monasit dan Zirkon. Kandungan monasit bervariasi di setiap sampel yaitu Feed dari tailing pencucian: 8,75%, konsentrat dari tailing pencucian: 5,80%, Feed dari tailing jig sekunder: 12,73%, dan konsentrat dari tailing jig sekunder: 16,37%. Monasit memiliki karakteristik fisik berupa warna kuning keruh, kilap damar, bentuk menyudut tanggung, dan ukuran butir berkisar antara 150-425 nm. Untuk zirkon pada Feed dari tailing pencucian 1,96 %, konsentrat dari tailing pencucian 4,16 %, Feed dari tailing jig sekunder 4,22%, dan konsentrat dari tailing jig sekunder 5,61%. Zirkon memiliki karakteristik fisik berupa warna merah muda kekuningan, kilap kaca, memiliki kebundaran membundar, dan ukuran butir berkisar antara 0,02-0,5 mm. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa unsur logam tanah jarang yang terdeteksi adalah Yttrium (Y), dengan konsentrasi tertinggi ditemukan pada konsentrat dari tailing jig sekunder dengan rata-rata 2053,66 ppm, konsentrat dari tailing pencucian dengan rata-rata 599,2 ppm, Feed dari tailing pencucian dengan rata-rata 60,33 ppm, dan Feed dari tailing jig sekunder dengan rata-rata 24,4 ppm. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa, sampel Feed dari tailing pencucian mengandung kuarsa dan kasiterit, sampel konsentrat dari tailing pencucian mengandung kuarsa, zirkon, dan kasiterit, sampel Feed dari tailing jig sekunder mengandung kuarsa dan kasiterit, dan sampel konsentrat dari tailing jig sekunder mengandung zirkon dan muskovit.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tailing, logam tanah jarang (LTJ), XRF, GCA, dan XRD |
| Subjects: | T Teknologi > TN Teknik Pertambangan. Metalurgi |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > TEKNIK PERTAMBANGAN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Merty Merty |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 01:29 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 01:29 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
