Ridha Ghifary, (NIM. 2012111036) (2026) Pertumbuhan tunas pucuk teh tayu pada konsentrasi dan interval waktu pemberian larutan penginduksi tunas. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (758kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (335kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (508kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (429kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (262kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (313kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (609kB) |
Abstract
Teh tayu (Camellia sinensis) merupakan komoditas teh khas Bangka Belitung yang tumbuh di Desa Ketap, Kabupaten Bangka Barat. Teh memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga peluangnya cukup tinggi di pasaran. Produktivitas teh tayu yang cenderung rendah akibat minimnya pemberian nutrisi dapat ditingkatkan melalui pemberian larutan penginduksi tunas jenis shootmore. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan interval waktu pemberian larutan penginduksi tunas shootmore terhadap pertumbuhan pucuk teh tayu, serta untuk menentukan kombinasi terbaik. Penelitian dilaksanakan di Dusun Tayu, Kecamatan Jebus, pada bulan Juni-Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor:(1) konsentrasi larutan induksi tunas (0 mL/L, 10 mL/L, 20 mL/L, 30 mL/L) dan faktor:(2) interval waktu aplikasi (1 minggu sekali dan 2 minggu sekali). Parameter yang diamati meliputi umur muncul tunas, jumlah tunas, berat basah dan kering pucuk, warna daun, kandungan klorofil, serta kadar gula (brix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan interval waktu berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, terutama berat basah, berat kering, umur muncul tunas, jumlah pucuk, dan kandungan klorofil. Konsentrasi 20 mL/L dan 30 mL/L memberikan respons terbaik terhadap jumlah tunas dan kualitas pucuk. Interval aplikasi 1 minggu sekali meningkatkan berat basah (38,41 g) dan kandungan klorofil (26,74 mg/g), sedangkan interval 2 minggu sekali menghasilkan kadar gula tertinggi (8,66°Brix). Kombinasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 10-30 mL/L dengan interval aplikasi 1 minggu sekali, khususnya kombinasi konsentrasi 10 mL/L dengan interval waktu 1 minggu sekali yang menghasilkan berat basah dan berat kering tertinggi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | interval waktu, konsentrasi induksi tunas, teh tayu |
| Subjects: | S Pertanian > S Pertanian (Umum) |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > AGROTEKNOLOGI > SKRIPSI |
| Depositing User: | Mrs Nia Erawati |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 04:02 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 04:02 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
