Karakteristik tanaman bawang merah (allium ascalonicum L.) asal biji (TSS) dan umbi di tanah ultisol dengan berbagai pupuk kotoran hewan

Indra Jaya, (NIM. 2092311005) (2025) Karakteristik tanaman bawang merah (allium ascalonicum L.) asal biji (TSS) dan umbi di tanah ultisol dengan berbagai pupuk kotoran hewan. Masters thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (996kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang penting dan strategis karena memiliki peran besar dalam kebutuhan masyarakat. Bawang merah dalam produksinya sangat dipengaruhi oleh jenis varietas, bahan tanam, lingkungan, jenis tanah, dan ketersediaan unsur hara. Pemilihan varietas unggul dan sumber bahan tanam menjadi faktor penting dalam budidaya bawang merah. Budidaya bawang merah dapat melalui perbanyakan dengan biji/True Shallot Seed (TSS) maupun umbi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah asal biji (TSS) dan asal umbi pada tanah ultisol dengan pemberian berbagai jenis pupuk kotoran hewan serta pengaruh kondisi naungan terhadap pertumbuhan dan mutu hasil. Penelitian dilaksanakan dua periode tanam, pertama menggunakan benih asal biji (TSS) dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dua faktor yaitu faktor naungan (dengan naungan 75% dan tanpa naungan) dan jenis pupuk kotoran hewan (ayam, sapi, kambing, walet, kelelawar). Periode tanam kedua benih asal umbi dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal, dengan perlakuan jenis pupuk kotoran hewan (ayam, sapi, kambing, walet, kelelawar), dibuat kelompok berdasarkan diameter umbi. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, jumlah umbi, bobot basah, bobot kering, diameter umbi, serta mutu umbi (kadar air dan gula reduksi). Hasil penelitian tanaman bawang merah asal biji (TSS) dengan berbagai pupuk kotoran hewan di media tanah ultisol, bahwa perlakuan tanpa naungan memberikan karakteristik dan hasil lebih baik pada jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, dan jumlah umbi. Penggunaan pupuk kotoran ayam memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada jumlah anakan, diameter batang, dan bobot basah tanaman. Kombinasi pupuk kotoran ayam dan tanpa naungan menunjukkan karakteristik pertumbuhan terbaik, pada jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian tanaman bawang merah asal umbi dengan berbagai pupuk kotoran hewan di tanah ultisol, bahwa pupuk kotoran ayam memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi. Hasil uji mutu menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kotoran ayam menghasilkan kandungan gula reduksi tertinggi, sedangkan pupuk kotoran kelelawar menghasilkan kadar air terendah. Berdasarkan klasifikasi mutu umbi, seluruh perlakuan termasuk dalam mutu kelas 1, dengan kode ukuran umbi 2 dan 3

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Lokananta; Pupuk kotoran ayam; Tanpa naungan; Kualitas umbi
Subjects: S Pertanian > S Pertanian (Umum)
S Pertanian > SB Plant culture
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > MAGISTER ILMU PERTANIAN > TESIS
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 07 Apr 2026 03:04
Last Modified: 07 Apr 2026 03:04
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13183

Actions (login required)

View Item View Item