Dinda Mareta, (NIM. 2012111049) (2026) Isolasi dan uji kemampuan indeks zona bening cendawan cendawan pelarut kalium dan fosfat yang berasal dari berbagai umur lahan pasca tambang timah. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (317kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (534kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (888kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (288kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Lahan pasca tambang timah memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah, terutama ketersediaan unsur hara penting seperti kalium (K) dan fosfat (P), yang sangat diperlukan untuk budidaya tanaman. Salah satu strategi untuk mengoptimalkan ketersediaan hara tersebut adalah melalui pemanfaatan cendawan pelarut kalium (CPK) dan cendawan pelarut fosfat (CPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengevaluasi kemampuan indeks zona bening CPK dan CPF yang berasal dari lahan pasca tambang dengan umur lahan berbeda. Sampel tanah dikumpulkan dari empat lokasi, yaitu Perlang (hutan sekunder), Riding Panjang (lahan tambang aktif), Rebo (ditinggalkan 5–10 tahun), dan Penyamun (ditinggalkan 11–15 tahun). Isolasi dilakukan menggunakan media Alexandrov agar untuk CPK dan media Pikovskaya Agar untuk CPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan CPK dan CPF tertinggi berada di Desa Perlang, diikuti Desa Penyamun, Desa Rebo dan Desa Riding Panjang. Sebanyak 83 isolat cendawan berhasil diperoleh dan 32 isolat diidentifikasi sebagai nonpatogen terhadap benih padi dan kedelai, terdiri dari 20 isolat CPK dan 12 isolat CPF. Berdasarkan uji indeks zona bening, dua isolat CPK terbaik adalah Py2K1 (1,58 mm) dan Py3K4 (1,53 mm), sedangkan isolat CPF terbaik adalah Py3F1 (2,20 mm) dan Rb3F2 (2,19 mm). Identifikasi morfologi menunjukkan bahwa isolat CPK dan CPF termasuk dalam genus Penicillium dan Aspergillus. Berdasarkan indeks zona bening, lahan bekas tambang timah memiliki potensi sebagai sumber cendawan pelarut unsur hara untuk pengembangan pupuk organik ramah lingkungan guna meningkatkan kesuburan tanah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | aspergillus sp., indeks pelarutan, mikroorganisme fungsional, penicillium sp., uji patogenisitas |
| Subjects: | S Pertanian > S Pertanian (Umum) |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > AGROTEKNOLOGI > SKRIPSI |
| Depositing User: | Mrs Nia Erawati |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 06:49 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 06:49 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13174 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
