Arreza Umammi, (NIM. 5011911002) (2026) Makna tradisi bejempet dan pengobatan penyakit terumpak dalam perspektif alfred schurtz (studi di Desa Air Bulin Kabupaten Bangka Barat). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (498kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (737kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (421kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (476kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (317kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (345kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (816kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional di tengah berkembangnya pengobatan modern. Salah satu bentuk pengobatan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah bejempet sebagai metode penyembuhan penyakit terumpak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna dan motif masyarakat dalam mempertahankan tradisi bejempet menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, dengan fokus pada because motive(alasan tindakan) dan in-order-to motive (tujuan tindakan). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang pernah mengalami penyakit terumpak serta tukang jempet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap bejempet terbentuk melalui pengalaman pribadi, warisan budaya, serta pengaruh lingkungan sosial yang meneguhkan keyakinan bahwa terumpak hanya dapat diobati dengan bejempet. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan, bejempet juga dipandang sebagai simbol identitas budaya, penjaga keseimbangan spiritual, dan media untuk memperkuat solidaritas sosial. Pengobatan ini tidak hanya dimaknai sebagai praktik medis tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari lifeworld masyarakat yang membentuk cara mereka memahami sakit, sembuh, dan hubungan dengan kekuatan nonfisik.Masyarakat juga memaknai bejempet sebagai bentuk kearifan lokal yang merefleksikan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta nilai-nilai religius. Tradisi ini bertahan karena pengalaman kesembuhan yang berulang, legitimasi sosial dari generasi sebelumnya, dan keyakinan bahwa penyakit terumpak memiliki dimensi spiritual yang tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh pengobatan medis. Dengan demikian, bejempet menjadi praktik budaya yang tidak hanya mempertahankan identitas lokal, tetapi juga menjadi mekanisme masyarakat dalam menafsirkan realitas sosial dan spiritual mereka.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bejempet; Terumpak; Pengobatan tradisiona; Identitas lokal |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum) |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 04:37 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 04:37 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13128 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
