Efektivitas Pereduksian Limbah Nitrogen Dalam Budidaya Ikan Nila (Oreochromis sp.) Menggunakan Ekstrak Biji Kelor

Andika Saputra, (NIM. 2062111015) (2025) Efektivitas Pereduksian Limbah Nitrogen Dalam Budidaya Ikan Nila (Oreochromis sp.) Menggunakan Ekstrak Biji Kelor. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (658kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (478kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (476kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Limbah nitrogen dari budidaya intensif ikan nila (Oreochromis sp.) mengandung amoniak, nitrit, dan nitrat yang sering melebihi baku mutu. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) sebagai biokoagulan alami dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan: kontrol negatif, tawas 10 mL, dan tiga level dosis ekstrak kelor (40, 80, 160 mL per 100 mL air limbah), masing-masing dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan (α=0,05) untuk menentukan perbedaan signifikan antarperlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (p<0,01) antarperlakuan pada semua parameter. Dosis optimum ekstrak kelor 80 mL menghasilkan efisiensi penyisihan tertinggi dengan penurunan signifikan amoniak (89,85±0,45%), nitrit (98,94±0,32%), dan nitrat (95,65±0,28%). Parameter fisika air juga mengalami perbaikan nyata: TDS turun 80,30±1,2%, turbiditas 91,80±0,8%, dan pH meningkat dari 5,4±0,2 menjadi 6,5±0,1. Hasil uji Duncan membuktikan bahwa perlakuan 80 mL membentuk kelompok homogen yang berbeda signifikan dengan perlakuan lainnya (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor pada dosis 80 mL/100 mL air limbah merupakan biokoagulan yang efektif secara statistik untuk pengolahan limbah budidaya. Keunggulannya terletak pada kemampuan protein kationiknya yang signifikan dalam menetralkan muatan koloid dan membentuk flok stabil, sekaligus mempertahankan pH netral yang lebih baik dibandingkan koagulan kimia.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Moringa oleifera, biokoagulan, limbah nitrogen, koagulasi dan flokulasi, kualitas air
Subjects: S Pertanian > SH Akuakultur. Perikanan. Memancing
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > AKUAKULTUR > SKRIPSI
Depositing User: Mrs Suci Rhomana Sari
Date Deposited: 09 Mar 2026 03:44
Last Modified: 09 Mar 2026 03:44
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/12852

Actions (login required)

View Item View Item