Amanda Ajeng Pratiwi, (NIM. 5012111050) (2025) Thrifting online sebagai tren fashion anak muda di media sosial tiktok. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (881kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (759kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (721kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (929kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (621kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (664kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Fenomena thrifting online di TikTok berkembang pesat sebagai tren fashion anak muda di Indonesia. Pergeseran gaya konsumsi dari fast fashion ke thrifting dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kebutuhan tampil modis dengan biaya terjangkau. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah yaitu konstruksi sosial thrifting online sebagai tren fashion anak muda di TikTok, dan dampak sosialnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses konstruksi sosial thrifting dengan teori Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, serta mendeskripsikan dampak sosial yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas tiga pemilik thrift shop online yang aktif melakukan live streaming di TikTok dan sepuluh informan pembeli yaitu anak muda. Data dikumpulkan melalui observasi saat live streaming penjual, wawancara terhadap penjual dan pembeli, dan dokumentasi dari media sosial TikTok. Hasil penelitian menunjukkan proses konstruksi berlangsung melalui tiga tahap. Pertama, eksternalisasi, yaitu pengenalan thrifting melalui TikTok dan strategi promosi penjual. Kedua, objektivasi, ketika thrifting dipandang sah sebagai gaya hidup kekinian dan modis. Ketiga, internalisasi, saat nilai thrifting diadopsi sebagai identitas diri anak muda. Dampak dari konstruksi sosial thrifting online menjdi tren fashion akhirnya meningkatkan prilaku konsumtif anak muda untuk selalu berbelanja secara implusif. Menyumbang permasalahan limbah tekstil karena overconsumption yang nanti akan membuat berkurangnya kemampuan anak muda dalam membedakan kebutuhan dengan keinginan. Kesimpulannya, thrifting online di TikTok bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi konstruksi sosial yang membentuk gaya hidup anak muda meski demikian, praktik berlebihan berpotensi menimbulkan prilaku konsumtif yang tidak sehat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Thrifting online; TikTok; Konstruksi sosial; Anak muda |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum) |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 03:53 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 03:53 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/12784 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
