Leony Fransisca, (NIM. 5012111031) (2025) Identitas sosial fujoshi di kalangan gen z Provinsi Bangka Belitung. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
![]() |
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (997kB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (584kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (501kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (333kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (541kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (742kB) |
![]() |
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (548kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang identitas sosial fujoshi di kalangan Gen Z, khususnya di Provinsi Bangka Belitung. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana proses terbentuknya identitas sosial fujoshi di tengah budaya digital serta konsumsi konten Boys’ Love (BL) dari luar negeri. Penelitian ini menggunakan teori identitas sosial dari Henri Tajfel dan teori fandom dari Henry Jenkins sebagai pisau analisis dalam memahami proses identifikasi diri, afiliasi kelompok, serta keterlibatan dalam komunitas penggemar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan metode snowball sampling dengan kriteria: 1) Berusia 17–25 tahun, 2) Mengidentifikasi diri sebagai fujoshi, 3) Aktif dalam mengonsumsi dan mendiskusikan konten Boys’ Love, 4) Berdomisili di wilayah Bangka Belitung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas fandom di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas sosial fujoshi di kalangan Gen Z terbentuk melalui keterikatan terhadap narasi BL, keterlibatan dalam komunitas daring, serta internalisasi nilai-nilai fandom. Fandom BL menjadi ruang kultural alternatif yang memberi rasa memiliki, sekaligus menjadi arena negosiasi identitas diri di tengah norma sosial yang heteronormatif. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan bagaimana media digital berperan dalam memperkuat solidaritas kelompok dan membentuk konstruksi identitas sosial fujoshi.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Fujoshi; Identitas Sosial; Gen Z; Fandom; Boys Love; Media Sosial |
Subjects: | H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum) |
Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
Depositing User: | Darma - |
Date Deposited: | 22 Aug 2025 08:08 |
Last Modified: | 22 Aug 2025 08:08 |
URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/12471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |