Riris Fitriana, (NIM. 5022111020) (2025) Gerakan keadilan ekologis WALHI dalam mengadvokasi Kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kepulauan Bangka Belitung. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
![]() |
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (267kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (117kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (442kB) |
![]() |
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (95kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (652kB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Gerakan Keadilan Ekologis WALHI dalam Mengadvokasi Kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kepulauan Bangka Belitung". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam melakukan advokasi kebijakan RTRW yang berkeadilan ekologis di Kepulauan Bangka Belitung. Latar belakang penelitian ini berfokus pada isu keadilan ekologis yang menekankan hak makhluk hidup, termasuk manusia dan ekosistem, untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak atas lingkungan yang layak. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas ekstraktif, seperti pertambangan dan perkebunan monokultur, menjadi tantangan serius yang dihadapi masyarakat lokal. WALHI berperan aktif dalam advokasi untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat dan lingkungan, serta mengatasi ketimpangan yang terjadi akibat relasi bisnis antara penguasa dan perusahaan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Deep Ecology oleh Arne Naess, yang menekankan kesetaraan hak antara manusia dan alam serta pentingnya aksi kolektif dalam pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa WALHI melakukan berbagai upaya advokasi, termasuk pendampingan masyarakat, pendidikan publik, dan mobilisasi massa untuk menolak aktivitas yang merusak lingkungan. Selain itu, WALHI juga berfokus pada pengakuan hak masyarakat adat dan perlindungan terhadap ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi WALHI berhasil mendorong penetapan Belitung sebagai zona pariwisata dan zona tangkap nelayan, serta zona zero tambang, yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sumber daya laut dan ekonomi masyarakat lokal. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal ketimpangan kekuasaan dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses advokasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sosial dan politik, serta menjadi referensi bagi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa depan.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Gerakan Sosial; Keadilan Ekologis; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) |
Subjects: | J Ilmu Politik > JC Political theory |
Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI |
Depositing User: | Darma - |
Date Deposited: | 22 Aug 2025 08:25 |
Last Modified: | 22 Aug 2025 08:25 |
URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/11907 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |