Nabila Auliadewi, (NIM. 5022111025) (2025) Dari teritori ke aksi: gerakan sosial komunitas perempuan adat Jerieng “Umah Berandun” Bangka Barat. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
![]() |
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (333kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (539kB) |
![]() |
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas gerakan sosial komunitas perempuan adat Jerieng “Umah Berandun” di Bangka Barat sebagai respons atas ekspansi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang mengancam kelestarian hutan adat dan ruang hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap anggota Umah Berandun, warga lokal, serta aktor-aktor terkait lainnya. Studi ini menggunakan teori ekofeminisme Vandana Shiva yang menyoroti posisi perempuan sebagai penjaga pengetahuan lokal dan alam, sekaligus sebagai subjek perlawanan terhadap dominasi patriarki dan kapitalisme ekstraktif yang diwujudkan melalui model ekonomi nasional serta ekspansi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umah Berandun berperan strategis sebagai ruang konsolidasi, edukasi, dan advokasi bagi perempuan Jerieng untuk mempertahankan hutan adat dari perampasan serta kerusakan ekologis. Melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan seperti menganyam daun kuang, edukasi ekologis, dan penguatan pengetahuan local yang keduanya sangat ditekankan oleh Vandana Shiva sebagai “pengetahuan hidup” Umah Berandun tidak hanya membangun ketahanan ekonomi komunitas, tetapi sekaligus memperkuat identitas serta solidaritas kolektif perempuan adat. Perlawanan ini diwujudkan dalam bentuk aksi kolektif, advokasi kebijakan, serta revitalisasi nilai-nilai budaya dan sistem pengetahuan lokal yang selama ini termarginalisasi oleh proses industrialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa gerakan Umah Berandun bertransformasi dari sekadar praktik budaya menjadi agen perubahan sosial dan lingkungan, memperlihatkan efektivitas teori ekofeminisme Shiva dalam membaca dinamika perjuangan perempuan adat di tingkat akar rumput.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Umah Berandun; Perempuan Adat; Ekofeminisme Vandana Shiva; Gerakan sosial; Hutan Adat; Bangka Barat |
Subjects: | J Ilmu Politik > JC Political theory |
Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI |
Depositing User: | Darma - |
Date Deposited: | 22 Aug 2025 02:42 |
Last Modified: | 22 Aug 2025 02:42 |
URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/11877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |