Kiki Fitriani, (NIM. 5011911048) (2025) Nelayan dan tradisi betungkah: perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut di Tanjung Sunor Lestari Kabupaten Bangka. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
![]() |
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (704kB) |
![]() |
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Kerusakan sumber daya perairan dan terganggunya aktivitas melaut yang diakibatkan oleh aktivitas tambang ilegal membuat nelayan dan masyarakat di Tanjung Sunor Lestari melakukan perlawanan sebagai upaya mempertahankan kelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut dan menganalisis dampak sosial perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Mobilisasi Sumber Daya John D McCarthy dan Mayer N Zald, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika perlawanan kultural yang dilakukan nelayan dan masyarakat terhadap aktivitas tambang laut berawal dari gagalnya perlawanan langsung dalam memberhentikan tambang, sehingga menempuh perlawanan baru dengan membentuk tradisi betungkah. Landasan mengapa tradisi betungkah dijadikan sebagai alat perlawanan sesuai dengan tema yang digunakan “menjaga adat, melestarikan peradaban” adalah menjaga dan melestarikan lingkungan Tanjung Sunor Lestari, serta menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Perlawanan kultural ini melibatkan peran partisipan sebagai penggerak dalam memobalisasi sumber daya berupa moral, kultural, organisasi sosial, manusia, dan material. Metode perlawanan kultural tradisi betungkah diawali dengan betulong bekepong, kemudian sesi bekisah yang membahas tentang keberlanjutan Sunor, dan dilanjutkan dengan perlombaan betungkah yang mengemas simbol dan nilai di dalamnya yang dapat dijadikan sebagai pesan kepada publik untuk mengembalikan kesadaran, serta melestarikan lingkungan dan kearifan lokal Tanjung Sunor Lestari, diantaranya nilai ekologi, nilai kolektivitas, dan nilai teritorialisasi. Perlawanan kultural melalui tradisi betungkah menghasilkan dampak sosial berupa menguatnya solidaritas sosial, hubungan antara nelayan dan penambang tidak harmonis, dan aktivitas tambang ilegal berkurang namun belum dapat dihentikan.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Perlawanan kultural; Tambang laut; Tradisi Betungkah |
Subjects: | H Ilmu Sosial > HC Sejarah dan Kondisi Ekonomi H Ilmu Sosial > HM Sosiologi H Ilmu Sosial > HN Sejarah dan Kondisi Sosial. Masalah Sosial. Reformasi Sosial |
Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
Depositing User: | Darma - |
Date Deposited: | 14 Mar 2025 05:51 |
Last Modified: | 14 Mar 2025 05:51 |
URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/11061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |