Febri Ruandi, (NIM. 5012011008) (2025) Wacana ketidaksetaraan gender terhadap perempuan dalam film sehidup semati (analisis wacana kritis Norman Fairclough). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
![]() |
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (339kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis representasi ketidaksetaraan gender dalam film Sehidup Semati menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Fokus penelitian ini mencakup tiga dimensi: teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Pada dimensi teks, film ini merepresentasikan perempuan sebagai sosok subordinat dalam rumah tangga, agama, dan masyarakat melalui penggunaan bahasa yang menormalisasi dominasi laki-laki serta menekan otonomi perempuan. Wacana patriarki dalam film dilegitimasi melalui dialog imperatif dan dogmatis, terutama dalam ranah keluarga dan institusi keagamaan. Pada dimensi discourse practice, film ini diproduksi sebagai respons terhadap fenomena kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di masyarakat. Distribusinya melalui bioskop dan platform digital memperluas jangkauan kritik sosial terhadap norma patriarki, sementara interpretasi audiens beragam, mulai dari apresiasi terhadap kritik sosial hingga kontroversi terkait representasi agama dan keluarga. Dalam dimensi sosiokultural, film ini mencerminkan struktur sosial yang mempertahankan subordinasi perempuan melalui norma budaya, agama, dan hukum. Karakter utama menghadapi tekanan sosial yang menghalangi perlawanan terhadap KDRT, sementara karakter lain hadir sebagai oposisi terhadap patriarki. Film ini menyoroti peran institusi sosial dalam menormalkan ketidakadilan gender serta pentingnya media dalam meningkatkan kesadaran publik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Sehidup Semati bukan sekadar narasi fiksi, tetapi juga medium kritik sosial yang menyoroti ketidaksetaraan gender dan dominasi patriarki dalam masyarakat. Melalui pendekatan wacana kritis, penelitian ini memperlihatkan bagaimana bahasa dalam film berperan dalam membentuk dan merefleksikan struktur sosial.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Analisis wacana kritis; ketidaksetaraan gender; Patriarki; Kekerasan dalam rumah tangga; Film |
Subjects: | H Ilmu Sosial > HM Sosiologi H Ilmu Sosial > HQ Keluarga. Pernikahan. Perempuan |
Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
Depositing User: | Darma - |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 03:28 |
Last Modified: | 04 Mar 2025 03:28 |
URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/10841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |