Aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar dan daun rukam (flacourtiarukamzoll.& mor) terhadap bakteri mulut (streptococcus mutans) penyebab karies pada gigi

Cristine Andriani, (NIM. 2031411012) (2020) Aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar dan daun rukam (flacourtiarukamzoll.& mor) terhadap bakteri mulut (streptococcus mutans) penyebab karies pada gigi. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (811kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (414kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (555kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (453kB) | Preview

Abstract

Rukam (Flacourtiarukam) adalah salah satu tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Pulau Bangka sebagai obatsakit gigi seperti karies.Karies adalah salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang disebabkan oleh bakteri mulut, yaitu Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan kimia tanaman rukam dan menentukan konsentrasi terbaik dari ekstrak tunggal dan campuran ekstrak akar dan daun rukam dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Identifikasi senyawa aktif tanaman dilakukan secara kualitatif, sedangkan penentuan konsentrasi terbaik ekstrak kasar akar dan daun rukam dilakuka nmenggunakan metode difusi cakram kertas dengan merawat variasi konsentrasi ekstrak kasar akar dan daun rukam (40), 60%, dan 80%) terhadap Streptococcus mutans dan Povidone Iodine untuk perbandingan. Data penelitian dianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak akar rukam mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tanin dan steroid, sedangkan ekstrak kasar daun rukam mengandung fenol, flavonoid, tanin, dan saponin. Berdasarkan hasil penelitian, zona hambat pada ekstrak tunggal akar pada konsentrasi 80%, 60%, dan 40% adalah 13,4 mm, 11,84 mm, dan 9,95 mm, zona hambat pada ekstrak tungga lakar pada konsentrasi 80%, 60%, dan 40% adalah 16,43 mm, 16,26 mm, 13,28 mm. Berdasarkan hasil penelitian, zona hambat pada ekstrak tungga lakar pada konsentrasi 80%, 60%, dan 40% adalah 14,99 mm, 12,57 mm, 10,90 mm. Nilai penghambatan tertinggi ditemukan pada sampel ekstrak kasar daun rukam pada konsentrasi 80%, yaitu 16,43 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar dan daun rukam memiliki kandungan fitokimia yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: karies, rukam, streptococcus mutans
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi > Biologi
Depositing User: Mrs Septi Eskawati
Date Deposited: 13 Apr 2020 07:54
Last Modified: 13 Apr 2020 07:54
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/3111

Actions (login required)

View Item View Item