Kajian teknis geometri jalan tambang front 242 untuk pencapaian produktivitas alat angkut di PT Semen Padang (Persero) Tbk

Jeffry Reynold Silalahi, (NIM. 1031311025) (2019) Kajian teknis geometri jalan tambang front 242 untuk pencapaian produktivitas alat angkut di PT Semen Padang (Persero) Tbk. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
Halaman Depan.pdf

Download (535kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (130kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (711kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (653kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (106kB) | Preview

Abstract

PT Semen Padang (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan penghasil semen di Indonesia. Pasokan batugamping yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan semen diperoleh melalui proses penambangan di daerah IUP perusahaan. Jalan tambang merupakan salah satu fasilitas yang harus diperhatikan dalam kegiatan penambangan batugamping karena menjadi penunjang utama dalam proses pengangkutan batugamping yang diperoleh dari Front kerja. Kondisi jalan yang tidak memadai dapat menyebabkan kurang produktifnya alat angkut dalam proses pengangkutan sehingga menyebabkan tidak tercapainya produksi. Jalan tambang yang ada di Front kerja 242 dinilai kurang baik sehingga diperlukan kajian teknis jalan tambang sesuai dengan standar AASHTO Manual Rular Highway Design agar mengetahui geometri jalan tambang yang kurang baik sehingga dapat dilakukan tindak lanjut perbaikan, kajian teknik meliputi lebar jalan1, cross slope2, superelevasi3, kemiringan jalan4, serta dilakukan juga kajian terhadap daya dukung tanah dan pengaruh jalan tambang terhadap konsumsi bahan bakar. Berdasarkan hasil kajian didapatkan geometri jalan tambang yaitu dari lebar jalan angkut satu jalur minimum 14 m, lebar jalan angkut dua jalur minimum 24 m, lebar tikungan dua jalur minimum 25 m, nilai superelevasi 1%, cross slope 48 cm, kemiringan jalan yang dapat dilalui oleh alat angkut 16% sedangkan kemiringan berdasarkan AASHTO adalah 10%, kemiringan jalan menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena membuat alat angkut mengeluarkan daya yang besar, daya dukung tanah terhadap beban sebesar 20.000 psf sudah baik. Geometri jalan tambang yang tidak sesuai menyebabkan adanya waktu hambatan sebesar 86,85 detik dengan cycle time 22,3 menit dengan menggunakan kecepatan rata-rata 15 km/jam menghasilkan produksi sebesar 1343.04 ton/jam, sedangkan jika dibuat temporary road maka alat angkut dapat mencapai kecepatan ideal dengan waktu rata-rata 29 km/jam dan 27 km/jam, cycle time 17,75 menit dengan produksi 1687,4 ton/jam.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Geometri jalan tambang, komsumsi bahan bakar, produktivitas
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan
Depositing User: Nia Erawati
Date Deposited: 13 Jun 2019 04:13
Last Modified: 13 Jun 2019 04:13
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2434

Actions (login required)

View Item View Item