Tryandi Erajaya, (NIM. 1012011024) (2026) Pengaruh variasi bentuk mata parut circular dan plat persegi pada mesin pemarut batang sagu terhadap hasil pemarutan. Diploma thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (990kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (536kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (627kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (438kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (955kB) |
Abstract
Batang sagu merupakan bagian tanaman sagu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak karena masih mengandung serat dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan. Untuk memperoleh ukuran yang sesuai, diperlukan proses pemarutan yang efektif. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan proses pemarutan adalah bentuk mata parut yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk mata parut circular dan plat persegi terhadap hasil pemarutan batang sagu sebagai bahan baku pakan ternak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan dua variasi bentuk mata parut, yaitu circular dan plat persegi, menggunakan empulur batang sagu sebanyak 6.000 gram pada setiap pengujian dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hasil terparut sempurna, persentase hasil tidak terparut sempurna, persentase bahan tertinggal atau terbuang, kapasitas produksi, dan efisiensi produksi. Hasil pemarutan disortir menggunakan jaring dengan sistem ayakan berukuran maksimum 2,5 mm, kemudian ditimbang dan dianalisis berdasarkan parameter penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata parut plat persegi menghasilkan rata-rata hasil terparut sempurna sebesar 94,67%, hasil tidak terparut sempurna sebesar 2,82%, dan bahan tertinggal atau terbuang sebesar 2,51%, sedangkan mata parut circular menghasilkan rata-rata hasil terparut sempurna sebesar 94,59%, hasil tidak terparut sempurna sebesar 2,94%, dan bahan tertinggal atau terbuang sebesar 2,47%. Selain itu, kapasitas produksi mata parut circular sebesar 154,430 kg/jam, lebih tinggi dibandingkan mata parut plat persegi sebesar 125,200 kg/jam, sedangkan efisiensi produksi tertinggi diperoleh pada mata parut plat persegi, yaitu sebesar 94,67%, dibandingkan mata parut circular sebesar 94,58%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi bentuk mata parut memengaruhi kinerja mesin pemarut batang sagu. Mata parut plat persegi memberikan hasil pemarutan dan efisiensi produksi yang lebih baik, sedangkan mata parut circular menghasilkan kapasitas produksi yang lebih tinggi, sehingga pemilihan bentuk mata parut dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses pengolahan batang sagu sebagai bahan baku pakan ternak
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | batang sagu, mata parut circular, mata parut plat persegi, kapasitas produksi, efisiensi produksi. |
| Subjects: | T Teknologi > T Teknologi (UMUM) T Teknologi > TJ Teknik Mesin dan Permesinan |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > TEKNIK MESIN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Merty Merty |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 01:31 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 01:31 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/15277 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
