Meidra Arbadillah, (NIM.6032311060) (2026) Asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid melalui intervensi terapi senam aerobik low impack dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Diploma thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (651kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (601kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (316kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skizofrenia paranoid merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, emosional, dan perilaku pasien. Salah satu intervensi
nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi pendengaran adalah terapi senam aerobik low impact. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui intervensi terapi senam aerobik low impact di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien skizofrenia paranoid dengan masalah halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahap pengkajian,
penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi senam aerobik low impact diberikan selama 30 menit setiap hari selama enam hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami
penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran, ditandai dengan berkurangnya perilaku berbicara sendiri, melamun, dan rasa kesal akibat halusinasi. Pasien juga melaporkan perasaan lebih tenang serta mampu memahami cara mengalihkan perhatian dari halusinasi melalui terapi senam aerobik low impact. Meskipun halusinasi belum sepenuhnya hilang, terapi ini membantu pasien dalam mengontrol gejala halusinasi dan meningkatkan kemampuan koping. Disimpulkan bahwa terapi senam aerobik low impact dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia paranoid
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | skizofrenia paranoid, halusinasi pendengaran, gangguan persepsi sensori, asuhan keperawatan jiwa, senam aerobik low impact. |
| Subjects: | R Kedokteran > RT Keperawatan |
| Divisions: | FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN > KEPERAWATAN > KARYA TULIS ILMIAH |
| Depositing User: | Supiyati Supiyati |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 06:49 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 06:49 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/15207 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
