Ali Anwar Ibrahim, (NIM. 1011911020) (2026) Pengaruh variasi jumlah mata pisau flying blade pada mesin pencacah pakan ternak terhadap kapasitas produksi. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (615kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (969kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (603kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (570kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Ketersediaan hijauan pakan ternak yang dicacah secara seragam merupakan faktor dalam meningkatkan efisiensi pemberian pakan ternak. Pencacahan secara manual memakan banyak waktu dan tenaga serta tidak menghasilkan ukuran potongan yang seragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah pisau terhadap kapasitas produksi dan efisiensi mesin pencacah hijauan pakan ternak. Penelitian menggunakan mesin pencacah yang digerakkan oleh motor listrik 1/2 HP dengan kecepatan 1.400 rpm, serta menguji konfigurasi dengan 6, 8, dan 10 buah. Bahan uji yang digunakan adalah sampel seberat 1.000 gram yang terdiri dari kangkung, bayam, dan singkong. Parameter yang diamati meliputi waktu pencacahan, kapasitas produksi, efisiensi pencacahan, dan kualitas hasil cacahan yang dikategorikan berdasarkan proporsi bahan yang tercacah sempurna, tercacah sebagian, dan tidak tercacah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah pisau memengaruhi kinerja mesin pencacah. Konfigurasi mata pisau 10 menghasilkan kapasitas produksi tertinggi untuk semua jenis bahan: 82,96 kg/jam untuk kangkung, 58,49 kg/jam untuk bayam, dan 45,48 kg/jam untuk daun singkong. Terkait efisiensi pencacahan, konfigurasi mata pisau 6 mencapai tingkat tertinggi untuk kangkung (56,07%), sedangkan konfigurasi mata pisau 10 mencapai tingkat tertinggi untuk bayam (48,10%) dan daun singkong (36,70%). Variasi hasil pencacahan dipengaruhi oleh jumlah pisau, karakteristik bahan, dan kecepatan putar mesin. Penggunaan mata pisau 10 direkomendasikan sebagai konfigurasi terbaik karena mampu menghasilkan proses pencacahan yang lebih efektif dan efesien, sehingga lebih sesuai untuk diterapkan pada mesin pencacah pakan ternak.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mesin pencacah pakan ternak, flying blade, jumlah mata pisau, kapasitas produksi, efisiensi pencacahan. |
| Subjects: | T Teknologi > TJ Teknik Mesin dan Permesinan |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > TEKNIK MESIN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Merty Merty |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 07:39 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 07:39 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/15191 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
