Asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid melalui intervensi terapi okupasi meronce manik-manik dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran

Mutiya Enda Sari, (NIM.6032311033) (2026) Asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid melalui intervensi terapi okupasi meronce manik-manik dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Diploma thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (597kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (440kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (747kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Skizofrenia paranoid merupakan gangguan mental kronis yang sering disertai halusinasi pendengaran sehingga memengaruhi fungsi kognitif, emosi, perilaku, dan interaksi sosial. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan halusinasi adalah terapi okupasi meronce manik-manik. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui terapi tersebut. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan pengukuran menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilaksanakan selama 5 hari dengan frekuensi dua sesi per hari, masing-masing berdurasi 45 menit. Hasil menunjukkan penurunan skor AHRS pada Tn. D dari 25 (halusinasi berat) menjadi 0 (tidak ada halusinasi) dan pada Tn. S dari 27 (halusinasi berat) menjadi 6 (halusinasi ringan). Selain itu, pasien mengalami peningkatan konsentrasi, kemampuan mengontrol halusinasi, serta penurunan perilaku melamun dan menyendiri. Terapi okupasi meronce manik-manik efektif membantu mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia paranoid.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: skizofrenia paranoid, halusinasi pendengaran, terapi okupasi, meronce, auditory hallucination rating scale (ahrs).
Subjects: R Kedokteran > RT Keperawatan
Divisions: FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN > KEPERAWATAN > KARYA TULIS ILMIAH
Depositing User: Supiyati Supiyati
Date Deposited: 05 Oct 2026 04:53
Last Modified: 05 Oct 2026 04:53
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14944

Actions (login required)

View Item View Item