Eka Safitri, (NIM. 1112211004) (2026) Perancangan pusat bahasa daerah dan budaya Bangka Belitung bagi remaja dengan pendekatan arsitektur neo vernakular dan metode sense of llace. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (963kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (653kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB VII.pdf Restricted to Registered users only Download (313kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (599kB) |
Abstract
Bahasa Daerah dan Budaya merupakan identitas yang sangat penting bagi suatu daerah, kini mulai terpengaruh oleh modernisasi. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat penurunan penggunaan bahasa daerah pada generasi muda disebabkan pengaruh penggunaan bahasa asing dan ditambah dengan dampak kuat dari film berbahasa asing serta kurangnya minat dan minim fasilitas pendidikan yang mendukung pelestarian budaya setempat. Oleh karena itu, Pusat Bahasa Daerah dan Budaya Bangka Belitung Bagi Remaja dirancang untuk mewadahi pembelajaran dan pengembangan budaya, yang diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda khususnya bagi remaja. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilaksanakan melalui studi literatur dan observasi. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada remaja di Kabupaten Bangka Barat untuk memahami sudut pandang, kebutuhan fasilitas dan minat terhadap aspek budaya. Hasil dari keduanya, dianalisis sebagai dasar untuk perancangan. Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular diterapkan melalui transformasi elemen arsitektur tradisional Bangka Belitung, seperti bentuk rumah panggung, material lokal dan nilai-nilai budaya ke dalam desain modern dan kontekstual. Sementara itu, Metode Sense Of Place diterapkan melalui aspek activity, physical setting, dan meaning untuk menghadirkan ruang yang memiliki pengalaman, identitas, dan keterikatan emosional bagi remaja. Hasil perancangan mewadahi kegiatan edukasi, pelatihan, pertunjukkan serta interaksi sosial dengan lingkungan edukatif, interaktif dan rekreatif. Diharapkan fasilitas ini mampu menjadi sarana untuk pelestarian bahasa daerah dan budaya Bangka Belitung sekaligus memperkuat identitas lokal bagi generasi muda secara turun temurun
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | arsitektur neo vernakular, bahasa daerah, bangka belitung, budaya, remaja, sense of place |
| Subjects: | T Teknologi > TH Kontruksi Bangunan |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > ARSITEKTUR > SKRIPSI |
| Depositing User: | Mr Arja Kusuma |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 01:52 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 01:52 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14735 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
