Robet Ibrahim, (NIM. 1012211018) (2026) Analisis morphing wing dengan perubahan thickness sebagai upaya peningkatan kinerja terbang unmanned aerial vehicle (UAV). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (531kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam misi terbang melalui beberapa fase penerbangan. UAV umumnya menggunakan bentuk sayap konvensional yang memiliki bentuk tetap. Sayap tersebut tidak mampu bekerja optimum di segala fase penerbangan. Salah satu konsep sayap yang dikembangankan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu konsep morphing wing dengan kemampuan merubah ketebalan airfoil pada saat fase penerbangan. Pengembangan konsep morphing wing dengan kemampuan perubahan ketebalan bertujuan untuk memberikan alternatif sayap yang dapat meningkatkan kinerja terbang dari UAV di setiap fase penerbangan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk melihat kinerja aerodinamika morphing wing. Airfoil NACA 0009 digunakan sebagai penampang sayap konvensional dan morphing. Kecepatan dan sudut serang yang diterapkan menyesuaikan dengan fase penerbangan. Takeoff menggunakan kecepatan 30 m/s dengan sudut serang 10o, cruising menggunakan kecepatan 40 m/s dengan sudut serang 5o, serta landing menggunakan kecepatan 20 m/s dengan sudut serang 5o. Dari hasil pengujian, sayap morphing memiliki nilai lift-to-drag ratio (L/D) 16.23 yang mana lebih tinggi dari sayap konvensional sebesar 15.89 pada saat fase takeoff. Saat fase crusing, sayap morphing menghasilkan nilai L/D sebesar 17.57 sedangkan sayap konvensional menghasilkan nilai L/D yang lebih tinggi yaitu sebesar 18.86. Pada fase landing, sayap morphing menghasilkan nilai L/D sebesar 15.57. Di sisi lain, ketika fase landing sayap konvensional menghasilkan nilai L/D yang lebih tinggi yaitu sebesar 16.82. Sayap morphing dengan perubahan ketebalan sesuai untuk diterapkan pada fase penerbangan takeoff dan landing. Pada fase crusing sayap morphing memberikan dampak penurunan nilai L/D, sehingga menyebabkan turunnya kinerja aerodinamika.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aerodinamika, CFD, Morphing wing |
| Subjects: | T Teknologi > TJ Teknik Mesin dan Permesinan T Teknologi > TL Kendaraan Bermotor. Aeronautika. Astronautika |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > TEKNIK MESIN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Merty Merty |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 09:30 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 09:30 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
