Gaya hidup gen z dan praktik DAPIN (dana pinjaman) di Kota Pangkalpinang (konsumsi, hutang, serta risiko sosial di era digital)

Virginia Faradisa, (NIM. 5012211119) (2026) Gaya hidup gen z dan praktik DAPIN (dana pinjaman) di Kota Pangkalpinang (konsumsi, hutang, serta risiko sosial di era digital). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (693kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (233kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (303kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (391kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Dana Pinjaman (DAPIN) di kalangan generasi Z Kota Pangkalpinang sebagai praktik pinjaman informal berbasis relasi pertemanan yang berkembang pesat sejak tahun 2022. DAPIN beroperasi di luar pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan sistem pencairan cepat, persyaratan minim, namun disertai bunga tinggi dan sanksi sosial yang keras bagi peminjam yang gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya hidup konsumtif gen Z mendorong keputusan penggunaan DAPIN, bagaimana mekanisme relational embeddedness bekerja dalam praktik tersebut, serta dampak sosial dan psikologis yang dialami gen Z akibat gagal bayar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrinsik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri dari 5 pemberi dana (admin) dan 5 peminjam dana dari kalangan gen Z berusia 18–27 tahun yang berdomisili di Kota Pangkalpinang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Embeddedness dari Mark Granovetter (1985) sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif gen Z di Kota Pangkalpinang, yang ditandai dengan kebiasaan nongkrong di kafe, penggunaan pakaian dan gadget bermerek, serta aktivitas hiburan malam, terbentuk dari tekanan sosial digital dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Kesenjangan antara kemampuan finansial dan tuntutan gaya hidup mendorong gen Z memilih DAPIN sebagai solusi keuangan instan. Praktik DAPIN beroperasi melalui mekanisme relational embeddedness, di mana kepercayaan antar teman menggantikan kontrak formal, dengan suku bunga dan sanksi yang bersifat fleksibel tergantung tingkat kedekatan relasi. Sanksi sosial berupa penyebaran data pribadi di media sosial terbukti menjadi mekanisme kontrol paling efektif sekaligus paling destruktif, yang menimbulkan dampak psikologis serius berupa depresi, penarikan diri dari lingkungan sosial, hingga perilaku self-harm pada korban gagal bayar. Fenomena ini merepresentasikan paradoks sosial-ekonomi di mana kemudahan akses dana justru menciptakan siklus hutang, konflik relasional, dan hancurnya modal sosial jangka panjang.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Gen Z; DAPIN; Dana pinjaman informal; Embeddednes; Gaya hidup konsumtif; Sanksi sosial; Pangkalpinang
Subjects: H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum)
H Ilmu Sosial > HM Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 28 Oct 2026 04:46
Last Modified: 28 Oct 2026 04:46
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14249

Actions (login required)

View Item View Item