Praktik sosial nyungkit ketem dalam membentuk habitus kerja (studi terhadap remaja perempuan di Desa Tanjung Sangkar yang tidak lanjut kuliah)

Anis, (NIM. 5012211081) (2026) Praktik sosial nyungkit ketem dalam membentuk habitus kerja (studi terhadap remaja perempuan di Desa Tanjung Sangkar yang tidak lanjut kuliah). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (766kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (371kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (582kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi remaja perempuan dalam melanjutkan kuliah di desa pesisir. Di tengah kondisi tersebut, ditemukan adanya praktik sosial yang justru menjadi arena dominan bagi kehidupan sebagian remaja perempuan, yaitu terlibat dalam aktivitas nyungkit ketem yang telah berlangsung lama dalam masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivitas nyungkit ketem membentuk habitus kerja pada remaja perempuan yang tidak melanjutkan kuliah. Penelitian ini menggunakan teori Strukturalisme Genetis Pierre Bourdieu dengan fokus pada keterkaitan antara konsep habitus, arena, dan modal sebagai pisau analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus kerja remaja perempuan terbentuk melalui proses internalisasi dari pengalaman keterlibatan yang berlangsung berulang dalam arena ekonomi lokal nyungkit ketem sejak masih duduk di bangku sekolah. Keberlangsungan praktik tersebut didukung oleh modal budaya berupa keterampilan dan pemahaman kerja yang diperoleh dari lingkungan sosial, modal sosial berupa relasi dengan kerabat, tetangga, dan tengkulak, serta modal ekonomi berupa kepemilikan rumah sebagai tempat berlangsungnya aktivitas, alat kerja, dan bahan baku kepiting yang diperoleh keluarga dari hasil melaut. Selain itu, keterlibatan dalam aktivitas nyungkit ketem juga memberikan manfaat ekonomi melalui penghasilan yang diperoleh dari hasil kerja serta pengakuan positif dari orang tua yang memandang remaja perempuan mulai belajar mandiri dan mampu membantu keluarga. Pengalaman tersebut memperkuat terbentuknya disposisi kerja sehingga orientasi terhadap kerja cenderung menjadi lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Habitus kerja tersebut tercermin dalam cara berpikir yang memandang aktivitas nyungkit ketem sebagai sesuatu yang wajar dan memungkinkan untuk terus dijalani, serta dalam cara bertindak yang ditunjukkan melalui keterlibatan dalam aktivitas nyungkit ketem sejak usia sekolah, tetap melanjutkannya setelah lulus sekolah, dan menjalankannya dalam jangka panjang.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Praktik sosial; Nyungkit ketem; Habitus Kerja; Remaja perempuan; Strukturalisme genetis
Subjects: K Hukum > K Law (General)
K Hukum > KZ Law of Nations
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 29 Oct 2026 01:07
Last Modified: 29 Oct 2026 01:07
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14227

Actions (login required)

View Item View Item