Penerapan overmacht (keadaan memaksa) akibat bencana alam dalam pelaksanaan perjanjian perdata)

Rahel Arthania, (NIM. 4011911065) (2026) Penerapan overmacht (keadaan memaksa) akibat bencana alam dalam pelaksanaan perjanjian perdata). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (768kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (477kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (480kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (509kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (628kB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan perjanjian perdata. Terjadinya keadaan tersebut dapat menghambat bahkan menyebabkan tidak terlaksanakannya prestasi yang telah diperjanjikan oleh para pihak. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai tanggungjawab para pihak apabila kegagalan pelaksanaan perjanjian terjadi akibat keadaan di luar kehendak dan kemampuan manusia. Dalam hukum perdata overmacht atau keadaan memaksa merupakan suatu keadaan yang terjadi di luar kemampuan dan kekuasaan para pihak yang mengakibatkan debitur tidak dapat melaksanakan prestasi sebagaimana yang telah diperjanjikan. Keadaan tersebut terjadi bukan karena kesalahan atau kelalaian debitur, melainkan disebabkan oleh peristiwa yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya serta tidak dapat dicegah akibatnya, sehingga debitur dibebaskan dari kewajiban untuk membayar ganti rugi, biaya, dan bunga sebagaimana diatur dalam Pasal 1244 dan Pasal 1245 KUHPerdata. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan memadukan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana alam pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai overmacht apabila memenuhi unsur-unsur tertentu namun penerapan overmacht akibat bencana alam tidak serta-merta menghapus seluruh kewajiban para pihak, melainkan bergantung pada sifat perjanjiannya, tingkat kerugian, serta hubungan kausal antara bencana alam dan tidak terlaksananya prestasi. Akibat dari keadaan memaksa membebaskan debitur dari kewajiban prestasimya, kreditur tidak dapat menuntut prestasinya, resiko tidak terlaksanya prestasi tidak beralih kepada debitur, melainkan tetap berada pada masing-masing pihak sesuai dengan jenis keadaan memaksa dan perjanjian.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perjanjian; Overmacht; Bencana alam
Subjects: K Hukum > K Law (General)
K Hukum > KZ Law of Nations
Divisions: FAKULTAS HUKUM > HUKUM > KEPERDATAAN > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 27 Oct 2026 07:50
Last Modified: 27 Oct 2026 07:50
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14225

Actions (login required)

View Item View Item