Deyan Permatasari, (NIM. 4011911008) (2025) Kebijakan hukum pidana memformulasikan perbuatan sodomi yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang telah cukup umur. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (564kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (434kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (506kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (477kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (284kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (330kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (260kB) |
Abstract
Indonesia dapat dikatakan menyandang status darurat terhadap kejahatan seksual. Orientasi seksual yang menyimpang nyatanya semakin marak ditemukan di masyarakat. Sodomi dikategorikan sebagai Homoseksual yang memiliki orientasi seksual sesama jenis. Memberikan sanksi tindakan pelaku perbuatan sodomi dapat dinilai sebagai upaya negara untuk mengedepankan fungsi utama hukum pidana, yaitu memelihara moralitas publik, menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan kualifikasi perbuatan pidana yang dilakukan oleh pelaku sodomi terhadap korban yang telah cukup umur dan untuk mengetahui kebijakan hukum pidana memformulasikan perbuatan sodomi yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang telah cukup umur. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada, seperti buku, jurnal, peraturan perundang-undangan serta literatur lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan : pertama, bahwa perbuatan sodomi dianggap mengganggu keseimbangan nilai-nilai pancasila sebagai ide dasar memberi sanksi kepada pelaku sodomi dengan dilandasi dengan landasan filosofis, sosiologis dan yuridis. Kedua, kualifikasi perbuatan sodomi yang dapat diberikan sanksi pidana adalah perbuatan sodomi yang korbannya dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, melakukan perbuatan sodomi secara paksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan hukum pidana; Memformulasikan; Perbuatan sodomi; Pelaku; Korban yang telah cukup umur |
| Subjects: | K Hukum > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > HUKUM > PIDANA > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 07:58 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 07:58 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14215 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
