Theresia Ravena Pretty Rosari, (NIM. 2072111014) (2026) Pemanfaatan DNA barcoding (mtDNA Control Region) untuk mengidentifikasi jenis dan kekerabatan penyu di penangkaran Tongaci Sungailiat Kabupaten Bangka. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (602kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (387kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (611kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (391kB) |
Abstract
Kepulauan Bangka Belitung merupakan habitat penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang terancam akibat penambangan timah, sedimentasi, dan pencemaran laut. Penelitian ini menggunakan DNA barcoding (control region mitokondria) untuk identifikasi spesies, analisis kekerabatan, dan keragaman genetik penyu di Penangkaran Tongaci, Sungailiat. Sampel berupa jaringan tungkai (4) dan telur gagal menetas (6) diekstraksi dengan Chelex 10% dan Genomic DNA Mini Kit Tissue (GENEAID), diamplifikasi menggunakan primer LCM15382 dan H950g, diverifikasi melalui elektroforesis, lalu disequencing menggunakan metode Sanger. Hasil BLAST mengidentifikasi Chelonia mydas dan Eretmochelys imbricata dengan kemiripan 99,88–100%. Pohon filogenetik menunjukkan Clade monofiletik dengan jarak genetik pendek. Keragaman genetik tergolong sedang pada Chelonia mydas (Hd = 0,600; π = 0,00078) sedangkan pada Eretmochelys imbricata tergolong rendah (Hd = 0,400; π = 0,00050). Hasil ini menegaskan pentingnya pengelolaan berbasis genetika untuk mencegah penyempitan genetik dan menjaga keberlanjutan populasi.Kepulauan Bangka Belitung merupakan habitat penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang terancam akibat penambangan timah, sedimentasi, dan pencemaran laut. Penelitian ini menggunakan DNA barcoding
(control region mitokondria) untuk identifikasi spesies, analisis kekerabatan, dan keragaman genetik penyu di Penangkaran Tongaci, Sungailiat. Sampel berupa jaringan tungkai (4) dan telur gagal menetas (6) diekstraksi dengan Chelex 10% dan Genomic DNA Mini Kit Tissue (GENEAID), diamplifikasi menggunakan primer LCM15382 dan H950g, diverifikasi melalui elektroforesis, lalu disequencing
menggunakan metode Sanger. Hasil BLAST mengidentifikasi Chelonia mydas dan Eretmochelys imbricata dengan kemiripan 99,88–100%. Pohon filogenetik menunjukkan Clade monofiletik dengan jarak genetik pendek. Keragaman genetik tergolong sedang pada Chelonia mydas (Hd = 0,600; π = 0,00078) sedangkan pada Eretmochelys imbricata tergolong rendah (Hd = 0,400; π = 0,00050). Hasil ini menegaskan pentingnya pengelolaan berbasis genetika untuk mencegah penyempitan genetik dan menjaga keberlanjutan populasi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DNA barcoding, haplotipe, konservasi, penyu hijau, penyu sisik |
| Subjects: | S Pertanian > SH Akuakultur. Perikanan. Memancing |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > ILMU KELAUTAN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Supiyati Supiyati |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 01:56 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 01:56 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14189 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
