Shakira Mahendra Putri, (NIM. 5012211115) (2026) Terbaginya ruang dagang berbasis etnis: analisis faktor sosial ekonomi dalam sektor perdagangan di Kota Pangkalpinang. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (796kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (439kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (495kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (431kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (656kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Terbaginya ruang perdagangan berbasis etnis antara etnis Melayu dan etnis Tionghoa di Kota Pangkalpinang merupakan fenomena yang terlihat dari adanya dominasi dan perbedaan skala usaha perdagangan yang dijalankan oleh kedua kelompok etnis tersebut, dimana etnis Tionghoa cenderung mendominasi perdagangan seperti toko oleh-oleh dan toko furniture dengan skala usaha toko yang besar, sedangkan etnis Melayu lebih banyak bergerak pada perdagangan seperti pedagang kaki lima, penjual makanan, dan pedagang toko furniture dengan skala ukuran toko yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pembagian ruang perdagangan berbasis etnis tersebut, serta memahami bagaimana habitus, modal, dan arena membentuk praktik sosial perdagangan di Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian ruang perdagangan berbasis etnis di Kota Pangkalpinang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi yang terbentuk melalui perbedaan habitus, dimana habitus pedagang etnis Tionghoa terbentuk sejak kecil melalui proses pewarisan nilai-nilai dan kebiasaan berdagang dalam lingkungan keluarga sehingga proses internalisasi tersebut pada akhirnya membentuk habitus berdagang yang kuat dan mengakar dalam diri pedagang etnis Tionghoa, sedangkan habitus pedagang etnis Melayu bukanlah sesuatu yang telah tertanam sejak lama melainkan merupakan kebiasaan yang baru mereka tekuni dan kembangkan seiring dengan dimulainya usaha dagang yang mereka bangun sendiri. Kepemilikan modal antara etnis Melayu dan etnis Tionghoa juga berbeda, pedagang etnis Tionghoa memiliki modal ekonomi yang lebih kuat, jaringan bisnis yang luas, serta budaya perdagangan yang diwariskan secara turun-temurun sehingga mampu mendominasi sektor perdagangan. Sementara itu, pedagang etnis Melayu lebih mengandalkan modal sosial berupa kedekatan dengan masyarakat lokal dan pemahaman terhadap budaya setempat dalam menjalankan usaha perdagangan. Interaksi antara habitus, modal, dan arena perdagangan menghasilkan praktik sosial yang membentuk pembagian ruang perdagangan berbasis etnis di Kota Pangkalpinang.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perdagangan berbasis etnis; Faktor sosial ekonomi; Habitus; Modal; Arena; Pierre Bourdieu; Kota Pangkalpinang |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum) H Ilmu Sosial > HM Sosiologi |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 01:08 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 01:08 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/14173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
