Pengelolaan sampah berbasis komunitas di Bangka Environment Creative Activist of “Kawa” (BECAK) Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka

Ayu Lailatus Isti’anah, (NIM. 5012111005) (2026) Pengelolaan sampah berbasis komunitas di Bangka Environment Creative Activist of “Kawa” (BECAK) Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (570kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (415kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan utama yang terjadi di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Permasalahan ini terjadi karena pengelolaan sampah belum dilakukan dengan baik dan benar sehingga volume timbulan sampah semakin meningkat setiap tahunnya yang berakhir di TPA tanpa adanya pemrosesan lebih lanjut. Maka, diperlukan penanganan terkait permasalahan sampah melalui BECAK sebagai komunitas yang memiliki program pengelolaan sampah. Berdasarkan hal tersebut pertanyaan penelitian yang dikaji adalah: 1) Untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Komunitas BECAK, dan 2) Menganalisis dampak pengelolaan sampah oleh Komunitas BECAK. Teori Fungsionalisme Struktural skema “AGIL” dari Talcott Parsons digunakan sebagai pisau analisis dimana “AGIL” merupakan konsep yang menjelaskan empat persyaratan fungsional harus dipenuhi oleh sistem sosial agar berfungsi dan dapat bertahan mengkaji permasalahan dalam penelitian tersebut. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif studi kasus instrinsik. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yaitu: ketua, anggota Komunitas BECAK, masyarakat sekitar komunitas, Kecamatan Sungailiat, Kelurahan Bukit Betung, Dinas Lingkungan Hidup, SD Negeri 24 Sungailiat, dan PLTU unit Bangka. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Komunitas BECAK sebagai sistem sosial mampu menjalankan empat fungsi “AGIL”, fungsi ini terlihat dari penyesuaian strategi pengelolaan sampah, pencapaian tujuan bertransformasi menjadi lebih terarah, bentuk pengintegrasian adanya hubungan yang terjalin sehingga menghasilkan ikatan emosional keterpaduan dan kepercayaan hubungan antar aktor yang terlibat melalui kerja sama, solidaritas serta komitmen bersama. Tindakan pemeliharaan pola berupa memperbaiki, memelihara, dan memperbarui motivasi anggota serta pola-pola budayanya. 2) Dampak pengelolaan sampah oleh Komunitas BECAK dalam konteks circulary economy pada mitra yang telah terjalin kerja sama dan kolaborasi dengan SD Negeri 24 Sungailiat dan PLTU unit Bangka menunjukkan pengaruh nyata positif berkelanjutan pada bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan sampah berbasis komunitas; BECAK
Subjects: H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum)
H Ilmu Sosial > HM Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 23 Oct 2026 06:27
Last Modified: 23 Oct 2026 06:27
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13910

Actions (login required)

View Item View Item