Safirah, (NIM. 4012211176) (2026) Kekuatan hukum pembuktian pada sengketa wanprestasi perjanjian pinjam-meminjam secara lisan. Post-Doctoral thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (785kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (435kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (534kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (427kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan hukum pembuktian dalam sengketa wanprestasi yang timbul dari perjanjian lisan dengan penekanan pada penerapan bukti, pertimbangan hukum majelis hakim, dan tingkat kekuatan pembuktian yang dihasilkan. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) Bagaimana penerapan alat bukti dalam pembuktian perjanjian lisan?, (2) Bagaimana pertimbangan hukum majelis hakim dalam menilai pembuktian dalam perjanjian lisan?, (3) Bagaimana tingkat kekuatan hukum pembuktian pada sengketa wanprestasi perjanjian lisan? Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti undang-undang dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder seperti literatur hukum dan publikasi jurnal. Analisis dilakukan secara kualitatif, dengan menganalisis dua putusan yaitu Putusan Pengadilan Negeri Bondowoso No. 9/Pdt.GS/2024 dan Putusan Pengadilan Negeri Palopo No. 28/Pdt.G/2020. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan bukti dalam perjanjian lisan tidak terbatas pada bukti konvensional, tetapi juga mencakup bukti elektronik yang memiliki peran dalam membangun kerangka pembuktian. Penilaian hukum hakim snagat dipengaruhi oleh kualitas dan keterpaduan alat bukti yang disajikan, di mana hakim dapat bersikap restriktif jika bukti dinilai lemah dan gagal memenuhi standar minimum, atau konstruktif jika terdapat bukti yang kuat. Kekuatan hukum pembuktian perjanjian lisan bergantung pada kemampuan bukti tersebut untuk meyakinkan hakim memalui rangkaian fakta yang logis, konsisten,
dan saling mendunkung.
| Item Type: | Thesis (Post-Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perjanjian lisan; Wanprestasi; Pembuktian |
| Subjects: | K Hukum > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > HUKUM > KEPERDATAAN > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 00:59 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 00:59 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13868 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
