Musyawarah mufakat sebagai penyelesaian sengketa wanprestasi sewa menyewa tenda pernikahan melalui perjanjian lisan di Kabupaten Belitung

Dwi Lestari, (NIM. 4012211077) (2026) Musyawarah mufakat sebagai penyelesaian sengketa wanprestasi sewa menyewa tenda pernikahan melalui perjanjian lisan di Kabupaten Belitung. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (770kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (907kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (612kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (525kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis hak serta kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian sewa menyewa lisan, mengetahui cara penyelesaian sengketa wanprestasi dalam hukum perdata, serta menganalisis musyawarah mufakat sebagai metode penyelesaian sengketa wanprestasi yang diterapkan di Kabupaten Belitung. Metode penelitian yang diterapkan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan menganalisis peraturan hukum yang ada dan mengaitkannya dengan realitas yang terjadi di lapangan melalui wawancara dengan pihak-pihak yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif analitis.Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian sewa menyewa yang dilakukan secara lisan pada dasarnya tetap merujuk pada hukum perdata, tetapi dalam prakteknya lebih mengandalkan kepercayaan. Penyelesaian sengketa wanprestasi secara normatif dapat dilakukan melalui jalur litigasi atau non-litigasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, namun dalam praktiknya, masyarakat lebih memilih penyelesaian melalui musyawarah dan mufakat. Mekanisme ini dianggap efisien dalam memelihara hubungan sosial, namun memiliki kekurangan terkait kepastian hukum dan kekuatan bukti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa musyawarah mufakat adalah bentuk hukum yang hidup dan efektif secara sosial dalam penyelesaian sengketa wanprestasi, tetapi masih belum sepenuhnya dapat memberikan perlindungan hukum yang maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan usaha untuk menggabungkan praktik musyawarah mufakat demi mewujudkan kepastian hukum

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Penyelesaian sengketa; Wanprestasi; Musyawarah Mufakat; Perjanjian
Subjects: K Hukum > K Law (General)
Divisions: FAKULTAS HUKUM > HUKUM > KEPERDATAAN > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 22 Oct 2026 00:41
Last Modified: 22 Oct 2026 00:41
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13843

Actions (login required)

View Item View Item