Rangga Juwanda Sapitra, (NIM. 5022211012) (2026) Collaborative governance dalam tata kelola komoditas lada di badan usaha milik desa bersama (BUMDESma) mitra lada bersatu Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (873kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (558kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (506kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (495kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (920kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Collaborative Governance dalam tata kelola komoditas lada di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan melalui BUMDESma Mitra Lada Bersatu dengan menggunakan teori Collaborative Governance Regime Emerson Dkk. (2012) sebagai pisau analisis utama dan Good Governance UNDP (1997) konsep pendukung. Penelitian berfokus pada peran dan sinergi kolaborasi antar pemangku kepentingan tata kelola komoditas lada di Kecamatan Air Gegas. Metode penelitian yang digunakan kualitatif studi kasus Tahun 2017 – 2024. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tata kelola komoditas lada direalisasikan melalui keterlibatan banyak aktor dalam kerangka kolaborasi dimulai dengan aktor BUMDESma Mitra Lada Bersatu sebagai aktor utama tata kelola yang di inisiator oleh koalisi Pemerintah Desa dan masyarakat, serta dukung pendampingan dan fasilitator aktor Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan di sektor hulu dan BSIP, PT Astra International Tbk dan petani lada bermitra pada sektor hilir. Kolaborasi bertahap dan adaptif sejak Tahun 2017, kolaborasi mendorong pengembangan hulu dan hilir, tindakan kolaborasi sesuai kapasitas tindakan bersama antar aktor yang terbentuk pada prinsip, motivasi bersama melalui interaksi dialog terbuka. Implikasi tata kelola mengalami ketimpangan terutama di sektor hulu. Secara integritas antar aktor belum optimal sehingga program sifatnya parsial, berbeda dengan hilir berjalan optimal melalui rumah produksi, mekanisme produksi produk lada. Implementasi Good Governance pada tata kelola ini terealisasikan, tetapi belum optimal terutama antar aktor di sektor hulu sehingga keterbatasan program dan ketidakpastian margin petani berkonsekuensi pada keberlanjutan kemitraan pemasuk bahan baku.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Collaborative governance; Good Governace; Komoditas; Lada; Tata Kelola |
| Subjects: | J Ilmu Politik > JA Political science (General) |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 06:31 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 06:31 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13838 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
