Pemanfaatan batu apung sebagai substitusi agregat halus dan kapur tohor sebagai substitusi semen pada paving block

Meta Oktaviana Hutabarat, (NIM. 1042111015) (2026) Pemanfaatan batu apung sebagai substitusi agregat halus dan kapur tohor sebagai substitusi semen pada paving block. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (410kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (646kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (820kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (825kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (392kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Bata beton atau paving block merupakan suatu material konstruksi yang pada umumnya digunakan sebagai penutup permukaan jalan, trotoar, tempat parker, hingga area taman. Seiring dengan perkembangan teknologi konstruksi, diperlukan inovasi dalam penggunaan material alternatif yang diharapkan dapat membuat paving block menjadi lebih ringan, serta dapat mengurangi penggunaan pasir dan semen, dikarenakan batu apung dan kapur tohor merupakan bahan alam yang bersifat ramah lingkungan dan ketersediaannya melimpah di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan batu apung sebagai substitusi agregat halus dan kapur tohor sebagai substitusi semen terhadap nilai kuat tekan dan penyerapan air pada pembuatan paving block. Batu apung digunakan karena memiliki berat jenis yang lebih rendah dari pasir, sedangkan kapur tohor digunakan karena memiliki sifat perekat yang baik Ketika bereaksi dengan air, sehingga dapat meningkatkan daya ikat dan kepadatan pada paving block. Persentase yang digunakan sebagai campuran paving block yaitu batu apung sebesar 70%, 80%, dan 90% digunakan sebagai substitusi agregat halus, persentase kapur tohor yang digunakan sebesar 4% sebagai substitusi semen. Ukuran benda uji yaitu 20 cm x 10 cm x 6 cm dengan jumlah sampel sebanyak 75 buah, serta paving block di cetak dengan cara manual. Hasil penelitian berdasarkan SNI 03-0691-1996 menunjukan bahwa penggunaan batu apung dan kapur tohor maksimum diperoleh pada persentase campuran 0% batu apung dan 4% kapur tohor dengan hasil pengujian kuat tekan sebesar 10, 963 MPa masuk kedalam mutu D dan hasil pengujian penyerapan air sebesar 7,382% masuk kedalam mutu C.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Batu Apung, kapur tohor, paving block, kuat tekan, penyerapan air.
Subjects: T Teknologi > TE Teknik Jalan Raya. Jalan dan Trotoar
Divisions: FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > TEKNIK SIPIL > SKRIPSI
Depositing User: Mr Arja Kusuma
Date Deposited: 22 Oct 2026 07:19
Last Modified: 22 Oct 2026 07:19
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13765

Actions (login required)

View Item View Item