Muhammad Rizky Pratama, (NIM. 5022111030) (2026) Tinjauan ekologi-politik pada pembangunan co-firing PLTU Air Anyir terhadap masyarakat terdampak di Bangka Barat. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (738kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (393kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (432kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (431kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (515kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (597kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tinjauan ekologi politik pada pembangunan co-firing PLTU Air Anyir yang difokuskan terhadap dampak sosial-ekologis serta rangkaian relasi kuasa yang melapisinya, terkhusus pada bagian masyarakat terdampak di Kabupaten Bangka Barat. Adapun program co-firing dipromosikan menjadi bagian terhadap kebijakan transisi energi lewat proses substitusi sebagian batubara dengan biomassa berbasis wood chip. Dalam pengimplementasiannya, kebijakan ini menimbulkan dinamika yang cukup kompleks. Di satu sisi, terdapat klaim pada proses co-firing sebagai upaya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, namun disisi lain berpotensi mendorong perluasan aktivitas Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Energi (HTE), yang pada beberapa konteks dapat berkaitan dengan perubahan tutupan lahan serta tekanan terhadap ekosistem dan ruang lingkungan hidup masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana untuk memahami bagaimana narasi transisi energi diproduksi dan direproduksi oleh aktor negara dan korporasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan masyarakat terdampak di Bangka Barat, organisasi masyarakat sipil, serta akademisi, dan didukung oleh studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi co-firing tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis energi, tetapi juga melibatkan relasi kuasa dalam produksi wacana “energi hijau” yang berfungsi sebagai instrumen legitimasi kebijakan. Selain itu, penelitian ini mengindikasikan bahwa rantai pasok biomassa tidak sepenuhnya bersifat lokal, melainkan cenderung melibatkan rangkaian jaringan pada lintas wilayah di Pulau Bangka, termasuk Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Induk, yang dalam praktiknya dapat berasal dari pemanfaatan kayu perkebunan karet yang dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan sawit. Kondisi ini menunjukkan bahwa implementasi co-firing berpotensi terhubung dengan dinamika ekonomi-politik yang lebih luas dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan co-firing perlu ditinjau kembali secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekologis, dan relasi kuasa yang menyertainya. Evaluasi kebijakan yang lebih mendalam diperlukan untuk memastikan bahwa upaya transisi energi tidak menimbulkan dampak sosial-ekologis baru serta tetap memperhatikan prinsip pemanfaatan lingkungan yang berkeadilan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekologi politik; Co-firing; PLTU Air Anyir; Relasi Kuasa; Transisi energi, Bangka Belitung |
| Subjects: | J Ilmu Politik > JA Political science (General) |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 01:58 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 01:58 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13731 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
