Hilal Sigit Prastyo, (NIM. 5022111065) (2026) Inefektivitas collaborative governance dalam program konversi sampah menjadi energi bersih pada bahan bakar jumputan padat (BBJP) Parit Enam Pangkalpinang. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (618kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (454kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (109kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (179kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (367kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji inefektifitas collaborative governance dalam program konversi sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) di TPA Parit Enam, Kota Pangkalpinang. Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang semakin menumpuk di TPA Parit Enam akibat kapasitas terbatas dan sistem pengelolaan yang masih konvensional, di tengah pertumbuhan penduduk dan volume sampah yang terus meningkat. Selain itu implementasi program BBJP sebagi upaya penanganan sampah dan transisi energi bersih melalui kolaborasi antar pemerintah, swasta dan masyarakat belum berjalan optimal, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor penyebab ketidak efektifan kolaborasi tersebut. Kajian ini menggunakan teori collaborative governance oleh ansell dan gash (2008) dengan metode kualitatif deskriptif, jenis dan sumber data ialah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam program BBJP belum efektif sinergritas lemah akibat desain kelembagaan yang belum matang, ditandai dengan tidak adanya forum koordinasi rutin dan akuntabilitas bersama. Proses kolaboratif seperti membangun kepercayaan dan komitmen bersama belum berjalan optimal. Tantangan utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, kendala teknis produksi BBJP, birokrasi yang kaku serta ketidakselarasan kepentingan politik antara pemerintah dan swasta. Temuan ini menunjukan collaborative governance dalam progam ini masih bersifat formalistik dan perlu penguatan kelembagaan kolaborasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta konsolidasi komitmen politik untuk keberlanjutan progam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | collaborative governance; inefektifitas; konversi sampah |
| Subjects: | J Ilmu Politik > JA Political science (General) J Ilmu Politik > JC Political theory |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 06:57 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 06:57 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
