Konflik lingkungan dan perebutan lahan penambangan di Kecamatan Payung

Sahrullazi, (NIM. 5022111068) (2026) Konflik lingkungan dan perebutan lahan penambangan di Kecamatan Payung. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (713kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (226kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (728kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Konflik Lingkungan dan Perebutan Lahan Penambang di Kecamatan Payung”. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk konflik lingkungan dan perebutan lahan penambangan serta solusi penyelesaian konflik lingkungan dan perebutan lahan penambangan di Kecamatan Payung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya proses penambangan ilegal yang dilakukan masyarakat terhadap lahan yang memiliki kewenangan atau aturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah daerah Bangka Selatan. Tidak sedikit kelompok masyarakat melakukan penambangan diam-diam di lahan perkebunan sawit milik masyarakat pribadi yang berlokasi di samping lahan persawahan dan di tepi jalan raya umum. Lokasi lahan persawahan terhubungan antara beberapa desa menjadi acuan adanya perebutan lahan dalam melakukan kegiatan penambangan. Lahan persawahan yang saling terhubungan antara lain desa Ranggung, Sengir, Bedengung, Pangkal Buluh, dan ada juga terdapat konflik berupa penambangan di tepian jalan umum yang menyebabkan kerusakan jalan, terjadinya banjir, dan tumbangnya pohon. Perusakan lahan persawahan membuat para petani menanam padi tidak dapat tumbuh dengan baik karena lahan dan air yang sudah rusak dan tercemar oleh bekas tambang. Penelitian ini menggunakan teori Fungsional konflik oleh Lewis A. Coser (The Functions of Social Conflict, 1956). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan adanya aktivitas pertambangan di dekat daerah persawahan yang menjadi penyebab konflik perebutan lahan antar masyarakat. Usaha penyelesaian konflik dilakukan dengan dibantu pihak pemerintah daerah melalui fasilitasi, mediasi dan kolaborasi. Kesimpulan konflik perebutan lahan masih terjadi sampai sekarang namun tidak terlalu massif, dan pemerintah tidak berhasil dalam membantu menyelesaikan konflik penambanng dan petani dikarenakan dominasi masyarakat penambang.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Konflik agraria; Lewis A. Coser; Lahan; Pertambangan; Penyelesaian konflik
Subjects: J Ilmu Politik > J General legislative and executive papers
J Ilmu Politik > JA Political science (General)
J Ilmu Politik > JC Political theory
J Ilmu Politik > JS Local government Municipal government
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > ILMU POLITIK > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 29 Jul 2026 06:44
Last Modified: 29 Jul 2026 06:44
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13525

Actions (login required)

View Item View Item