Resiliensi budaya Tari Tigel di Bangka Selatan

Rustina, (NIM. 5011911055) (2025) Resiliensi budaya Tari Tigel di Bangka Selatan. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (629kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (242kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (899kB)

Abstract

Tari Tigel merupakan kesenian tradisional yang dilestarikan secara turun-temurun di Bangka Selatan, dan telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Bentuk Tari Tigel yang masih sangat tradisional dan sederhana mengalami kerentanan
dalam keberlanjutan regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi budaya tari tigel di Bangka Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Resiliensi Sosial oleh Keck dan Sakdapolrak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggiat budaya, masyarakat, dan lembaga setempat memiliki resiliensi sosial yang kuat, ditunjukkan melalui tiga kemampuan utama yaitu kemampuan untuk mengatasi gangguan, seperti melalui pemanfaatan acara masyarakat, peningkatan partisipasi, dan dukungan pemerintah; kemampuan beradaptasi, terlihat dari modifikasi pola lantai, kolaborasi dengan sekolah dan
sanggar, serta penyesuaian strategi pelestarian; dan kemampuan berubah atau bertransformasi berupa transformasi kostum, dan fungsi pertunjukan agar tetap relevan dan diterima oleh masyarakat kontemporer. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan tari tigel bukan hanya bergantung pada individu penggiat budaya, tetapi juga pada keterlibatan kolektif komunitas dan institusi lokal dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tari tigel; Penggiat budaya; Resiliensi budaya
Subjects: H Ilmu Sosial > H Ilmu Sosial (Umum)
H Ilmu Sosial > HM Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 14 Apr 2026 01:56
Last Modified: 14 Apr 2026 01:56
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13478

Actions (login required)

View Item View Item