Potensi limbah cangkang kepiting bakau (scylla sp.) Sebagai bahan baku kitosan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya perairan berkelanjutan

Rani Anggraini, (NIM. 2022111023) (2026) Potensi limbah cangkang kepiting bakau (scylla sp.) Sebagai bahan baku kitosan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya perairan berkelanjutan. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (461kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (581kB)

Abstract

Limbah cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan hasil samping perikanan yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kitosan yang dihasilkan dari limbah cangkang kepiting bakau meliputi warna, rendemen, dan derajat deasetilasi (DD). Proses ekstraksi kitosan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu deproteinasi menggunakan larutan NaOH 87,5 g, demineralisasi dengan larutan HCL 207 mL, dan deasetilasi menggunakan NaOH 375 g. Rendemen kitosan dihitung berdasarkan perbandingan berat kitosan terhadap berat awal bahan baku, sedangkan karakterisasi gugus fungsi dan penentuan derajat deasetilasi dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan yang dihasilkan memiliki warna krem, dengan nilai rendemen kitosan sebesar 41,3%. Spektrum FTIR menunjukkan puncak serapan khas kitosan pada bilangan gelombang sekitar 3449 cm⁻¹ (O–H dan N–H), 2911 cm⁻¹ (C–H), 1617 cm⁻¹ (C=O/–NH₂), dan 1055 cm⁻¹ (C–O), yang mengindikasikan keberhasilan proses deasetilasi. Nilai derajat deasetilasi (DD) kitosan yang diperoleh sebesar 35,89%, yang mendekati karakteristik random-type chitosan dengan DD sekitar 36%, yang dilaporkan dapat larut dalam air serta berpotensi untuk diproses lebih lanjut atau dimodifikasi secara kimia. Dengan demikian, kitosan hasil penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai kitosan dengan DD rendah atau partially deacetylated chitin yang masih relevan untuk aplikasi tertentu maupun sebagai bahan antara (intermediate material). Pemanfaatan limbah cangkang kepiting bakau menjadi kitosan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah perikanan

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Derajat deasetilasi; FTIR; Kepiting bakau; Kitosan; Rendemen
Subjects: S Pertanian > SH Akuakultur. Perikanan. Memancing
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN > MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:47
Last Modified: 22 Apr 2026 01:47
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13468

Actions (login required)

View Item View Item