Muhammad Rizqy Fadillah, (NIM. 4012111097) (2026) Analisis kriminologi reintegrasi sosial residivis (studi pada narapidana residivis di Lapas Kelas IIa Pangkalpinang). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (724kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (744kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (647kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (524kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (559kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Residivisme merupakan salah satu permasalahan krusial dalam sistem pemidanaan di Indonesia yang menunjukkan belum optimalnya proses reintegrasi sosial terhadap mantan narapidana. Reintegrasi sosial seharusnya menjadi tujuan utama pemasyarakatan sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, namun dalam praktiknya masih sering mengalami kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kegagalan reintegrasi sosial residivis dalam perspektif kriminologi serta mengkaji peran masyarakat dan pemerintah dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dianalisis secara kualitatif. Kerangka analisis dalam penelitian ini menggunakan teori kriminologi, yaitu Teori Labeling, Teori Reintegrative Shaming, Teori Differential Association, dan Teori Kontrol Sosial. Hasil penelitian menunjukkan kegagalan reintegrasi sosial residivis dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya keterampilan dan kesiapan kerja, kondisi psikologis yang belum stabil, lemahnya ikatan sosial, serta pengaruh lingkungan pergaulan yang menyimpang (differential association). Faktor eksternal meliputi stigma masyarakat dalam bentuk pelabelan negatif, penolakan sosial, dan diskriminasi yang menghambat akses terhadap pekerjaan dan lingkungan sosial yang kondusif, lemahnya dukungan keluarga, serta terbatasnya kesempatan ekonomi. Stigma dan pelabelan negatif memperkuat identitas kriminal residivis sehingga meningkatkan risiko pengulangan tindak pidana. Peran pemerintah dan masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial residivis belum berjalan optimal, baik dari segi kebijakan maupun implementasi di lapangan. Oleh karena itu, reintegrasi sosial residivis memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan rehabilitatif dan restoratif guna menekan angka residivisme serta mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang humanis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kriminologi; Pemasyarakatan; Reintegrasi sosial; Residivis; Stigma |
| Subjects: | K Hukum > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > HUKUM > PIDANA > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 01:38 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 01:38 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
