Putri Ardila Anjelita Girsang, (NIM. 4012111151) (2026) Penetapan tersangka pencurian kabel milik PT. Telkom Indonesia dalam tahap penyidikan (studi kasus di Polsek Belinyu Kabupaten Bangka). Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (680kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (833kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (639kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (467kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (569kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penegakan hukum merupakan proses penerapan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, hakim, dan lembaga pemasyarakatan, untuk menjamin hukum dilaksanakan dan ditaati oleh seluruh warga negara. Di Indonesia, penegakan hukum berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 24 tentang kekuasaan kehakiman dan Pasal 27 tentang persamaan kedudukan di depan hukum, serta diatur lebih lanjut dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Penelitian ini membahas dua permasalahan pokok, yaitu dasar-dasar penetapan status tersangka kepolisian, serta hambatan yang dihadapi aparat kepolisian dalam mengungkap dan membuktikan tindak pidana tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum penetapan status tersangka dan hambatan yang dihadapi dalam proses penyidikan pencurian kabel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan kasus yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data langsung di lapangan untuk memahami fakta-fakta hukum yang terjadi. Landasan teori yang digunakan meliputi teori penegakan hukum, teori pembuktian, dan teori kriminologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian dasar-dasar penetapan status tersangka dalam kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia dilakukan oleh Polsek Belinyu berdasarkan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku, yaitu dengan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah. Hambatan yang dihadapi oleh aparat kepolisian dalam mengungkap dan membuktikan tindak pidana pencurian kabel antara lain lokasi kejadian yang minim saksi, cepat hilangnya barang bukti, perlunya bukti melalui keterangan ahli dari pihak PT Telkom Indonesia, keterbatasan sarana dan prasarana serta rendahnya partisipasi masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala dalam pembuktian, sehingga diperlukan peningkatan profesionalitas aparat kepolisian, pemanfaatan teknologi, serta koordinasi yang lebih baik antarinstansi guna mewujudkan penegakan hukum yang adil dan efektif
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan hukum; Pencurian kabel; Penyidikan; PT. Telkom Indonesia |
| Subjects: | K Hukum > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > HUKUM > PIDANA > SKRIPSI |
| Depositing User: | Darma - |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 01:38 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 01:38 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13458 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
