Studi empiris penyelesaian sengketa surat penguasaan fisik hak atas tanah ganda di Kecamatan Sungailiat

Tegar Akbari, (NIM. 4011911113) (2026) Studi empiris penyelesaian sengketa surat penguasaan fisik hak atas tanah ganda di Kecamatan Sungailiat. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (667kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (720kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (607kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (523kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (512kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanah merupakan sumber daya alam vital bagi masyarakat, namun pemanfaatannya sering kali hanya didasarkan pada surat keterangan tanah yang secara hukum lebih lemah dibandingkan Sertifikat Hak Milik. Kondisi ini memicu kerentanan sengketa kepemilikan ganda, seperti yang terjadi pada lahan di Kecamatan Sungailiat yang melibatkan benturan antara bukti formal dan bukti materiil penguasaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian sengketa kepemilikan hak atas tanah dengan surat penguasaan fisik ganda serta akibat hukum dari penyelesaian tersebut. Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan sifat deskriptif dan pendekatan perundang-undangan. Informan kunci meliputi pihak BPN Kabupaten Bangka (Meli Anggraeni), Camat Sungailiat (Leonardo Abdi Prasetyo), serta para pihak bersengketa (Syamsiar dan Amat Kadir). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dilakukan melalui jalur non-litigasi berupa mediasi BPN dan jalur litigasi di pengadilan. Mediasi BPN dinilai kurang efektif karena ketiadaan daya paksa hukum, sementara jalur pengadilan memberikan kepastian hukum mutlak dengan menitikberatkan pada prinsip itikad baik dan penguasaan fisik nyata sebagai penentu kebenaran materiil. Kesimpulannya, akibat hukum dari penyelesaian sengketa ini adalah pembatalan administratif terhadap dokumen yang dinyatakan tidak sah serta kewajiban pembaruan database pertanahan guna menjamin keadilan substansial dan kepastian hak bagi pemilik yang sah.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Sengketa tanah; Sertifikat ganda; Mediasi; Kepastian hukum
Subjects: K Hukum > K Law (General)
Divisions: FAKULTAS HUKUM > HUKUM > KEPERDATAAN > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:21
Last Modified: 21 Apr 2026 07:21
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13428

Actions (login required)

View Item View Item