Makna besukong dalam tradisi pesta dodol di Desa Nibung perspektif teori pemberian marcell mauss

Dandi, (NIM. 5011911020) (2025) Makna besukong dalam tradisi pesta dodol di Desa Nibung perspektif teori pemberian marcell mauss. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (576kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (604kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (590kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (568kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (683kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (537kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lestarinya tradisi besukong dalam pesta pembuatan dodol yang ada di Desa Nibung, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Tradisi besukong tidak hanya dipahami sebagai bentuk gotong royong dalam kegiatan produksi makanan tradisional, tetapi juga sebagai sistem sosial yang mengandung nilai solidaritas, kebersamaan, tanggung jawab moral, dan spiritualitas. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap bertahan karena berperan dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat hubungan antarwarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pemberian dalam tradisi besukong pada tiga level interaksi sosial, yaitu antara keluarga dengan keluarga, keluarga dengan tetangga, serta antar tetangga. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak sosial tradisi besukong terhadap keberlanjutan pesta dodol di masyarakat pedesaan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori The Gift dari Marcel Mauss yang menekankan kewajiban memberi, menerima, dan membalas dalam pertukaran sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besukong merupakan bentuk pertukaran sosial yang mengandung makna moral dan simbolik, bukan berorientasi pada keuntungan ekonomi. Pada level keluarga, besukong memperkuat hubungan kekerabatan; pada level keluarga dan tetangga, menumbuhkan solidaritas berbasis kepercayaan; sedangkan pada level antar tetangga, mencerminkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersamaan. Tradisi besukong juga berperan sebagai media rekonsiliasi sosial dan sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal masyarakat Melayu Bangka.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Besukong; Pesta dodol; Kolektivitas; Rekonsiliasi sosial
Subjects: H Ilmu Sosial > HM Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK > SOSIOLOGI > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:19
Last Modified: 21 Apr 2026 07:19
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13427

Actions (login required)

View Item View Item