Melan Maylani, (NIM. 1062211013) (2026) Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Batang Mentangor (Calophyllum rufigemmatum) Asal Pulau Bangka Sebagai Antioksidan Dan Antibakteri. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (415kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (848kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (618kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (961kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (453kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Masalah kesehatan akibat stres oksidatif dan infeksi bakteri, seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli terus meningkat, sementara penggunaan antioksidan dan antibakteri sintetis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif bahan alam yang lebih aman. Mentangor (Calophyllum rufigemmatum) merupakan salah satu tanaman di Pulau Bangka yang berpotensi sebagai agen antioksidan dan antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak kulit batang mentangor. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan pelarut aseton, skrining fitokimia, penentuan kadar total fenolik, uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan penentuan nilai IC₅₀ menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji antibakteri metode difusi kertas cakram terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mentangor mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, serta triterpenoid. Uji antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 10,8 ± 0,134 µg/mL, yang tergolong dalam kategori sangat kuat, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif asam askorbat. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dengan diameter zona hambat sebesar 5,33 ± 1,75 mm, 9,47 ± 2,35 mm, dan 14,03 ± 1,47 mm pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, masing-masing termasuk kategori sedang hingga kuat, sedangkan terhadap E. coli tidak menunjukkan zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mentangor memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan aktivitas antibakteri yang lebih selektif terhadap bakteri Gram-positif dibandingkan Gram-negatif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antibakteri, antioksidan, aseton, Calophyllum rufigemmatum |
| Subjects: | Q Sains > Q Science (General) Q Sains > QD Chemistry Q Sains > QR Microbiology |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > KIMIA > SKRIPSI |
| Depositing User: | Mr Arja Kusuma |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:42 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 02:42 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
