Uji Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Mentangor (Calophyllum rufigemmatum) terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis

Likha Azalia Andiani, (NIM. 1062211027) (2026) Uji Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Mentangor (Calophyllum rufigemmatum) terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN] Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (931kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (619kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (827kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (386kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (497kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang berkaitan dengan stres oksidatif serta infeksi bakteri seperti Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif. Mentangor (Calophyllum rufigemmatum) merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan, serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang mentangor terhadap C. acnes dan S. epidermidis. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut aseton. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, penentuan total fenolik menggunakan metode Folin–Ciocalteu, pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mentangor mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Nilai total fenolik ekstrak sebesar 154,29 ± 0,28 mg GAE/g yang tergolong tinggi. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 48,06 ± 1,7 µg/mL, yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan C. acnes dengan diameter zona hambat berkisar antara 5,73–6,77 mm dan S. epidermidis sebesar 4,47–9,19 mm dengan kategori lemah hingga sedang, dimana terjadi peningkatan zona hambat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mentangor memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan dan antibakteri alami serta dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan berbasis alam.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: ABTS, antioksidan, antibakteri, mentangor, metabolit sekunder
Subjects: Q Sains > Q Science (General)
Q Sains > QD Chemistry
Q Sains > QR Microbiology
Divisions: FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > KIMIA > SKRIPSI
Depositing User: Mr Arja Kusuma
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:40
Last Modified: 27 Oct 2026 02:40
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13424

Actions (login required)

View Item View Item