Uji Aktivitas Ekstrak Daun Mentangor (Calophyllum Rufigemmatum) Sebagai Antioksidan Dan Antibakteri Cutibacterium Acnes Dan Staphylococcus Epidermidis

Annisa Salsabilla, (NIM. 1062211002) (2026) Uji Aktivitas Ekstrak Daun Mentangor (Calophyllum Rufigemmatum) Sebagai Antioksidan Dan Antibakteri Cutibacterium Acnes Dan Staphylococcus Epidermidis. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (163kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (638kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (617kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (756kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (778kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) yang disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis menghadapi tantangan resistensi antibiotik yang meningkat, mendorong pencarian alternatif terapi dari bahan alam. Calophyllum rufigemmatum (mentangor) yang tumbuh di Bangka Belitung telah dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati penyakit kulit, namun potensi daun mentangor menggunakan pelarut aseton belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan metabolit sekunder, mengetahui aktivitas antioksidan, dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun mentangor terhadap bakteri C. acnes dan S. epidermidis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi berulang menggunakan pelarut aseton. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif, kadar total fenolik diukur dengan metode Folin-Ciocalteu, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram. Ekstrak daun mentangor mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid dengan kadar total fenolik 16,5%. Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 39,67 ± 0,078 µg/mL (kategori sangat kuat). Aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 75% menghasilkan zona hambat 7,61 ± 0,84 mm terhadap C. acnes dan 8,06 ± 0,31 mm terhadap S. epidermidis (kategori sedang). Oleh karena itu, ekstrak daun mentangor memiliki potensi sebagai antioksidan kuat dan antibakteri sedang terhadap bakteri penyebab jerawat.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: antioksidan, antibakteri, acne vulgaris, Calophyllum rufigemmatum, DPPH
Subjects: Q Sains > QD Chemistry
Divisions: FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > KIMIA > SKRIPSI
Depositing User: Mr Arja Kusuma
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:37
Last Modified: 27 Oct 2026 02:37
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13390

Actions (login required)

View Item View Item