Persiapan tindak pidana dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) nasional: antara pencegahan kriminal dan risiko kriminalisasi

Cicelia, (NIM. 4012211150) (2026) Persiapan tindak pidana dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) nasional: antara pencegahan kriminal dan risiko kriminalisasi. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (565kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (650kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (353kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (434kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (610kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pasal 15 yang mengatur mengenai perbuatan persiapan tindak pidana dalam KUHP Nasional sebagai instrumen pencegahan kejahatan dan menelaah potensi risiko kriminalisasi yang mungkin akan terjadi. Penelitian ini dilatar belakangi kaburnya batas antara niat dan tindakan nyata pada tahap persiapan serta kekhawatiran terhadap overcriminalization seperti penyalahgunaan kewenangan aparat penegak hukum. Tujuan penelitian adalah menganalisis ketentuan hukum mengenai persiapan tindak pidana sebagai pencegahan kejahatan dan mengidentifikasi potensi risiko kriminalisasi akibat penerapan pengaturan tersebut. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, kriminalisasi tahap persiapan berfungsi sebagai strategi normatif untuk melindungi kepentingan hukum sejak dini dan menjaga ketertiban umum, mencegah terjadinya tindak kriminal, kedua, berpotensi menimbulkan kriminalisasi berlebihan jika tindakan persiapan ditafsirkan secara subjektif; pengaturan delik persiapan dalam KUHP Nasional berisiko melanggar asas ultimum remedium karena memungkinkan kriminalisasi dini tanpa akibat hukum konkret dan tanpa kesalahan yang terbukti secara sah. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pengaturan ini menjelaskan unsur persiapan secara jelas (lex certa) guna menghindari kriminalisasi berlebihan, peningkatan pelatihan aparat, literasi publik, serta penguatan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Persiapan tindak pidana; Pencegahan kejahatan; Risiko kriminalisasi; Persiapan tindak pidana; Pencegahan kejahatan; Risiko kriminalisasi
Subjects: K Hukum > K Law (General)
Divisions: FAKULTAS HUKUM > HUKUM > PIDANA > SKRIPSI
Depositing User: Darma -
Date Deposited: 10 Apr 2026 01:59
Last Modified: 10 Apr 2026 01:59
URI: https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13371

Actions (login required)

View Item View Item