Nurul Janah Saputri, (NIM. 1062011015) (2025) Pemanfaatan hidromakrofita sebagai agen fitoremediasi dalam penurunan fosfat dan total nitrogen pada air limbah tambak udang. Other thesis, Universitas Bangka Belitung.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (551kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (483kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (477kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (269kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Budidaya udang vaname merupakan komoditas unggulan yang menjadi sumber perekonomian masyarakat. Pemberian pakan secara berlebihan menjadi faktor terjadinya penurunan terhadap kualitas air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pemeliharaan kualitas air pada tambak udang yaitu menerapkan fitoremediasi dengan eceng gondok dan kiapu sebagai tumbuhan fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan fosfat dan total nitrogen dengan variasi waktu detensi pada air limbah tambak udang serta mengetahui jenis tanaman yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen pada limbah tambak udang. Penelitian terhadap parameter fosfat dan total nitrogen dilakukan di UPTD laboratorium lingkungan DLHK provinsi kepulauan bangka belitung. Pengamatan dilakukan dengan sistem batch dengan 3 perlakuan waktu detensi yaitu 9,6 jam,15 jam,dan 24 jam. Pengamatan terhadap parameter fosfat dan total nitrogen menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Penyerapan fosfat menggunakan eceng gondok sebesar 0,182, 0,170, dan 0,176 mg/L. Untuk kiapu sebesar 0,169, 0,079, dan 0,074 mg/L. Sedangkan untuk total nitrogen menggunakan eceng gondok sebesar 3,12, 2,28, dan 1,80 mg/L. Penurunan konsentrasi menggunakan kiapu sebesar 3,07, 2,65, dan 2,13 mg/L. Berdasarkan hasil penyerapan menggunakan eceng gondok dan kiapu, tumbuhan yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen adalah eceng gondok dibandingkan kiapu. Penyerapan fosfat tertinggi pada perlakuan waktu detensi 24 jam dengan kosnsentrasi awal sebesar 0,198 mg/L menjadi 0,074 mg/L. Penyerapan total nitrogen tertinggi pada perlakuan waktu detensi 24 jam dengan konsentrasi awal sebesar 12,6 mg/L menjadi 1,80 mg/L. Berdasarkan hasil penyerapan menggunakan eceng gondok dan kiapu, tumbuhan yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen adalah eceng gondok dengan waktu detensi 24 jam.Budidaya udang vaname merupakan komoditas unggulan yang menjadi sumber perekonomian masyarakat. Pemberian pakan secara berlebihan menjadi faktor terjadinya penurunan terhadap kualitas air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pemeliharaan kualitas air pada tambak udang yaitu menerapkan fitoremediasi dengan eceng gondok dan kiapu sebagai tumbuhan fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan fosfat dan total nitrogen dengan variasi waktu detensi pada air limbah tambak udang serta mengetahui jenis tanaman yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen pada limbah tambak udang. Penelitian terhadap parameter fosfat dan total nitrogen dilakukan di UPTD laboratorium lingkungan DLHK provinsi kepulauan bangka belitung. Pengamatan dilakukan dengan sistem batch dengan 3 perlakuan waktu detensi yaitu 9,6 jam,15 jam,dan 24 jam. Pengamatan terhadap parameter fosfat dan total nitrogen menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Penyerapan fosfat menggunakan eceng gondok sebesar 0,182, 0,170, dan 0,176 mg/L. Untuk kiapu sebesar 0,169, 0,079, dan 0,074 mg/L. Sedangkan untuk total nitrogen menggunakan eceng gondok sebesar 3,12, 2,28, dan 1,80 mg/L. Penurunan konsentrasi menggunakan kiapu sebesar 3,07, 2,65, dan 2,13 mg/L. Berdasarkan hasil penyerapan menggunakan eceng gondok dan kiapu, tumbuhan yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen adalah eceng gondok dibandingkan kiapu. Penyerapan fosfat tertinggi pada perlakuan waktu detensi 24 jam dengan kosnsentrasi awal sebesar 0,198 mg/L menjadi 0,074 mg/L. Penyerapan total nitrogen tertinggi pada perlakuan waktu detensi 24 jam dengan konsentrasi awal sebesar 12,6 mg/L menjadi 1,80 mg/L. Berdasarkan hasil penyerapan menggunakan eceng gondok dan kiapu, tumbuhan yang paling efektif dalam penurunan fosfat dan total nitrogen adalah eceng gondok dengan waktu detensi 24 jam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | fitoremediasi, fosfat, total nitrogen, waktu detensi |
| Subjects: | Q Sains > QD Chemistry |
| Divisions: | FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK > KIMIA > SKRIPSI |
| Depositing User: | Mr Arja Kusuma |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:26 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 02:26 |
| URI: | https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/13237 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
