Aktivitas antibakteri dan antioksidan propolis lebah kelulut (heterotrigona itama) terhadap staphylococcus aureus dan escherichia coli

Aghita Ade Novia Hirmarizqi, (NIM. 2031411002) (2019) Aktivitas antibakteri dan antioksidan propolis lebah kelulut (heterotrigona itama) terhadap staphylococcus aureus dan escherichia coli. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
Halaman Depan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (283kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (625kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (800kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (913kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (543kB) | Preview

Abstract

Propolis merupakan salah satu produk lebah sebagai sumber antibakteri dan antioksidan alami, sehingga dapat dijadikan alternatif dalam pengobatan alami. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kandungan senyawa aktif, menganalisis dan membandingkan aktivitas antibakteri dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol propolis dari Pulau Bangka. Penelitian ini berada di dua lokasi, yaitu Pangkal Beras, Bangka Barat dan Lubuk Lingkuk, Bangka Tengah. Identifikasi kandungan senyawa aktif dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram dengan berbagai konsentrasi ekstrak etanol propolis, yaitu: 11,25%; 5,6%; 2,8%; 1,4%; 0,7%; 0,35%, lalu diujikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl). Analisis data menggunakan uji Kruskal-wallis dan Mann-Whitney. Hasil identifikasi kandungan senyawa aktif ekstrak etanol propolis Pangkal Beras dan Lubuk Lingkuk adalah flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan minyak atsiri. Total fenolik dari ekstrak etanol propolis Pangkal Beras dan Lubuk Lingkuk berturut-turut adalah 10,498 mg AGE 100 g-1 sampel dan 3,761 mg AGE 100 g-1 sampel. Aktivitas antibakteri yang paling optimal dengan bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 11,25%, sementara dengan bakteri Escherichia coli belum menunjukkan aktivitas yang optimal hingga konsentrasi 11,25% jika dilihat berdasarkan zona hambat dari ekstrak etanol propolis di kedua lokasi. Berdasarkan nilai IC50, aktivitas antioksidan ekstrak etanol propolis Pangkal Beras (8,648 μgmL-1) lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol propolis Lubuk Lingkuk (910 μgmL-1).

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: antioksidan, antibakteri, Bangka, propolis, lebah kelulut, Staphylococcus aureus, Escherichi coli
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi > Biologi
Depositing User: Merty -
Date Deposited: 16 Apr 2020 04:45
Last Modified: 16 Apr 2020 04:45
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/3385

Actions (login required)

View Item View Item