Prostitusi pada salon plus-plus di Kota Pangkalpinang

Zainal Arifin, (NIM. 5011511070) (2020) Prostitusi pada salon plus-plus di Kota Pangkalpinang. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (991kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (816kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (721kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (824kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (645kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (698kB)

Abstract

Penelitian ini tentang urgensi dari salon yang pada umumnya digunakan untuk merawat tubuh namun dijadikan sebagai tempat prostitusi. Pemilihan salon sebagai motif untuk menutupi praktik prostitusi adalah layanan yang diberikan lebih tertutup dibandingkan tempat lokalisasi. Sehingga identitas WTS ataupun pelanggan tertutupi.Guna membedah masalah ini peneliti mengguanakan teori pertukaran sosial oleh George Casper Homans. Dalam teori ini terdapat 6 prosposisi dimana dari keenam proposisi terdapat tiga proposisi yang relevan dengan temuan penelitian yaitu proposisi sukses, proposisi pendorong, dan proposisi nilai. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik partisipan aktif dan wawancara dengan pelanggan. Penelitian ini menemukan 18 informan yang terdiri dari Germo, WTS dan pelanggan. Lebih jauh penelitian ini dianalisis dengan 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa praktik prostitusi pada salon plus-plus di Kota Pangkalpinang dilakukan secara teroganisir sehingga orang awam kesulitan untuk mendeteksi bahwa di suatu salon terjadi praktik prostitusi. Ciri khusus pada salon yang memberikan layanan prostitusi adalah dengan membuka setengah pintu masuk salon. Selanjutnya faktor yang menyebabkan munculnya salon plus-plus di Kota Pangkalpinang yaitu pendapatan salon plus-plus yang lebih besar. Faktor kedua yaitu besarnya potensi usaha tetap ramai dan faktor ketiga adalah permintaan WTS eks lokalisasi. Selanjutnya faktor yang menjadi penyebab orang bekerja di salon plus-plus yaitu faktor ekonomi, pendidikan, keluarga, lingkungan, pendapatan yang lebih besar dan gaya hidup yang mewah. Faktor yang menyebabkan orang berkunjung ke salon plus-plus yaitu faktor menjaga nama baik, lingkungan dan penasaran

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: praktik prostitusi, salon plus-plus
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Sosiologi
Depositing User: Mrs Septi Eskawati
Date Deposited: 14 Apr 2020 07:49
Last Modified: 14 Apr 2020 07:49
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/3381

Actions (login required)

View Item View Item