Penambahan ekstrak daun murbei (morus sp.) dan ekstrak daun bayam (amaranthus sp.) terhadap kecepatan molting kepiting bakau (scylla serrata)

Qori Artini, (NIM. 2061511043) (2019) Penambahan ekstrak daun murbei (morus sp.) dan ekstrak daun bayam (amaranthus sp.) terhadap kecepatan molting kepiting bakau (scylla serrata). skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (891kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (343kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (401kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (347kB) | Preview

Abstract

Pengembangan budidaya kepiting bakau memiliki potensi pasar yang cukup besar karena termasuk komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis dan juga merupakan produk perikanan unggulan. Namun kegiatan ini tidak mengalami usaha yang berkelanjutan dan memiliki kendala seperti lamanya periode pemeliharaan dan waktu molting yang tidak seragam sehingga dapat menyebabkan biaya pakan dan operasional menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun murbei dan ekstrak daun bayam terhadap kecepatan molting dan pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) serta menentukan dosis yang tepat dari kombinasi ekstrak daun murbei dan ekstrak daun bayam terhadap kecepatan molting dan pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata). Perlakuan penginjeksian kepiting bakau dengan bobot ±100 g dengan dosis yang digunakan : P1 (Murbei 100%) P2 (Bayam 100%) P3 (Murbei 75%:Bayam25%) P4 (Murbei 50%:Bayam50%) P5 (Murbei 25%:Bayam75%) P6 (NaCl 0,9%) masing-masing 7 ekor kepiting dipelihara selama 30 hari, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal, hasil analisis ragam menunjukan kombinasi ekstrak daun murbei dan ekstrak daun bayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan molting serta jumlah kepiting yang molting. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyuntikan dosis 100 mg.L-1 ekstrak daun murbei menghasilkan nilai tertinggi pada pertumbuhan bobot sebesar 4,65±0,70, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 1,39±0,41 dan untuk kecepatan molting kepiting bakau adalah penginjeksian kombinasi 50 mg.L-1 Murbei : 50 mg.L-1 Bayam pada hari ke-13.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kepiting bakau, Penginjeksian, ekstrak, daun murbei, daun bayam, molting, pertumbuhan
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi > Akuakultur
Depositing User: Mrs Suci Rhomana Sari
Date Deposited: 13 Apr 2020 02:42
Last Modified: 13 Apr 2020 02:42
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2937

Actions (login required)

View Item View Item