Rancang bangun mesin pengering daun gaharu menggunakan elemen pemanas dengan sistem rotary

Hasbi Ashshiddiqi, (NIM. 1011311024) (2018) Rancang bangun mesin pengering daun gaharu menggunakan elemen pemanas dengan sistem rotary. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
Halaman Depan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (315kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (453kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (692kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (874kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (195kB) | Preview

Abstract

Pengeringan daun gaharu yang dilakukan oleh para petani gaharu masih menggunakan cara tradisional yaitu dijemur dibawah sinar matahari yang membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari agar kering. Namun ada juga petani yang mengeringkan daun gaharu dengan menggunakan oven listrik pada suhu 80⁰C yang membutuhkan waktu kurang lebih 180 menit tapi tidak kering secara merata, sebagian terkena panas dan sebagian lagi tidak terkena panas, dikarenakan rak pada oven yang sifatnya diam. Pengeringan daun agar dapat kering secara merata dengan merancang sebuah alat yang wadahnya dapat berputar sehingga daun yang dikeringkan dapat terbolak-balik yaitu dengan sistem rotary. Penelitian ini bertujuan untuk mengeringkan daun secara merata dan mempercepat pengeringan. Motor yang digunakan pada sistem penggerak atau rotary menggungkan motor dinamo wiper 12 volt yang dihubungkan dengan wadah penyimpan daun menggunakan poros penghubung, elemen pemanas rice coocker dengan daya 300 watt sebagai sumber panas, yang di atur menggunakan temperatur controller dan menggunakan kipas (blower) untuk penyebaran suhu ke ruang pemanas. Agar dapat digunakan langsung ke sumber listik, alat ini menggunakan power supply sehingga tegangan yang tidak searah menjadi tegangan searah. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur 80°C, 90°C dan 100°C memberi pengaruh terhadap penurunan massa bahan terhadap waktu yang telah ditentukan 150 menit. Semakin tinggi temperatur yang digunakan penurunan massa semakin cepat. Hal ini dikarenakan perpindahan panas pada bahan semakin cepat sehingga pengupan air pada bahan yang dikeringkan lebih banyak. Hasil dari pengecekan kadar air menunjukan bahwa temperatur 90°C dan 100°C kadar air yang memenuhi syarat dalam pembuatan teh hijau yaitu maksimal 8% air berdasarkan BSN (Badan Standarisasi Nasional).

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Teh gaharu, mesin mengering, waktu pengeringan, kadar air
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Mrs Septi Eskawati
Date Deposited: 24 Jun 2019 01:21
Last Modified: 24 Jun 2019 01:21
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2657

Actions (login required)

View Item View Item